#bianglalahijrah
-
Fiksi Mini – Lelah Ingin Keluar!
Tama mengerjapkan matanya. Mencoba terbiasa dengan cahaya lampu kamarnya yang masih gelap lalu perlahan mulai mengumpulkan kesadarannya. Setelahnya, sebelum seorang suara teriakan meneriakkan namanya, ia bergegas duduk sebentar dan langsung mengambil ikat rambut yang berada di atas meja belajarnya. Suara kunci kamarnya yang diputar, menandakan ia siap untuk menjalani hari ini #diRumahAja. Sejujurnya,… Continue reading
-
Fiksi Mini – Meetup dan Curhat
Siangnya, setelah membayar taksi yang mengantarnya, Rain berjalan pelan menuju sebuah restoran milik salah satu teman sekolahnya, Karin. Saat memasuki restoran, Rain mengingat-ingat bahwa sudah dua bulan ia tak berkunjung, yang itu berarti sudah dua bulan juga ia absen setiap teman-temannya kumpul. Setelah tersenyum singkat kepada pegawai yang menjaga di pintu masuk restoran, ia langsung… Continue reading
-
Edisi Mengecat Kamar Sendiri
Hampir dua bulan di rumah, dan hampir dua minggu nggak menyentuh proposal rasanya banyak sekali cerita yang ingin dibagi. Namun, aku ambil satu cerita yang ingin sekali aku bagi karena ini pertama kalinya buatku. Jadi sebelumnya, aku berbagi kamar dengan kedua adikku. Namun, saat kelas dua SMK atau saat awal kuliah, aku lupa kapan… Continue reading
-
Cerpen – Benang Merah Tersembunyi
Gadis itu masih berkutat di depan laptop putih yang setia menemaninya. Tanpa tahu bahwa matahari telah terbenam dengan sempurna beberapa saat lalu. Hari yang mendung kini tengah memasuki malam yang indah dengan suasana sejuk sehabis hujan. Ditambah dengan ramainya suasana Kota Kembang memasuki hari libur. Bukan sebuah kesalahan, kalau orang ibu kota berkunjung ke kota… Continue reading
-
Fiksi Mini – Melepaskan
Perempuan itu menatap hamparan air laut yang terbias cahaya matahari terbenam hari itu. Tak jauh di sampingnya, berjarak seukuran tubuh orang dewasa seorang laki-laki nampak nelangsa menatap perempuannya. Atau sudah tidak bisa lagi ia sebut perempuannya? “Aku minta maaf,” ucap lelaki itu dengan tangan yang bertaut gugup melihat perempuan di sampingnya yang tak… Continue reading
-
Cerpen – Berbagi Hal yang Tak Ingin Dibagi
Suara kaki yang beradu dengan lantai terdengar sangat cepat di sebuah koridor sekolah. Kaki yang berasal dari seorang perempuan yang hari itu rambutnya di kuncir kuda terus berlari menuju halaman belakang sekolah. Koridor itu nampak sepi, karena beberapa kelas diminta berkumpul di aula sekolah. Sesampainya di halaman belakang sekolah yang juga nampak sepi, perempuan… Continue reading
-
Cerpen – Pertemuan itu Menuju Akhir
Gadis cantik berkerudung pink terlihat sedang memangku kertas-kertas dengan beberapa coretan. Sesekali melihat ke arah gedung tinggi di depannya. Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain. Gadis itu sedang menunggu seseorang yang ada di dalam gedung tersebut. Ia melihat dan membaca kertas-kertas yang ada digenggamannya dan sesekali terlihat mengkerutkan kening. Tak lama datang seorang lelaki dengan… Continue reading
