kata angst
-
Kembali, Datang. Namun Akhir yang Berbeda!

Kata orang, di usiaku saat ini memang sudah waktunya bertemu dengan istilah “people come and go”. Makanya aku pikir selesainya kita tahun lalu jadi hal yang selesai, titik. Baca juga: Selesai tanpa Kata, Pergi tanpa Kabar Ternyata, aku salah. Kita nggak benar-benar selesai. Kau bukan cuma kembali, tapi kau datang lagi. Bohong kalau aku bilang nggak… Continue reading
-
POV: Pohon yang Dihinggapi dan Lukanya

Hay… apa kabar?Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan, tapi tak ada satupun yang dapat terucap, bahkan untuk bertanya kabar melalui pesan whatsapp. Sudah sejak lama rasa kecewa ini tertutup, namun nampaknya dia kembali muncul di beberapa minggu terakhir ini. Kembali mempertanyakan banyak hal, yang lebih banyak tentang, “Kok bisa dia begitu?” Kukira pertemanan ini… Continue reading
-
Ternyata Masih jadi Bunglon
Bunglon… Dulu julukan itu pernah kuberikan padamu. Kau yang mudah berubah secepat bunglon. Tapi ternyata kedatanganmu musim yang lalu tak seperti bunglon yang cepat berubah. Kau… berdiam untuk satu, dua, tiga, empat musim dan menetap begitu melekat pada genggamanku. Baca juga: Bunglon Sayangnya, kau tetap bunglon. Kau berubah, secepat setelah kau mengakhiri janjimu. Janji yang,… Continue reading
-
Rumah yang Seharusnya
Aku pikir, cintaku kamu sudah yang paling besar. Tapi ternyata ada yang mencintai lebih luas dari lautan yang aku tawarkan. Aku pikir, aku adalah orang yang paling mengenalmu. Tapi ternyata ada yang jauh lebih mengenalmu bahkan mengetahui kapan air matamu jatuh. Aku pikir, sayangku yang paling besar. Tapi ternyata ada yang lebih menyayangimu hingga rela… Continue reading
-
Selesai tanpa Kata, Pergi tanpa Kabar

Aku pernah mencintaimu dengan begitu besar, sampai aku lupa sama hidupku. Bahagia merasakan waktu yang berlalu di antara kita. Tawa bahagia dan ceritamu jadi pengisi hari-hariku. Sehari tanpamu kaya sayur tanpa garam. Hambar. Kau selalu jadi orang pertama yang kucari. Hadirmu jadi salah satu alasanku untuk selalu ada di sini dan nggak menyerah. Dulu ketika… Continue reading
-
Bukan Lagi Masanya
Kulangkahkan kaki menuju pintuBerniat mencoba sekali saja untuk menyapaTapi yang kutemukan bukan wajahnya,Melainkan sepatu yang tertinggal Apa aku terlena?Berharap apa yang aku tunggu datangPadahal ia hanya ingin bermainSeperti anak kecil yang bebas Tapi aku bukan anak kecilAku nggak bisa lagi diajak bermain seperti duluRagaku terlalu capekHatiku terlalu lelah untuk sekadar bermain Kapan ia sadar, kalau… Continue reading
-
Pergi Terlalu Jauh
Tahun lalu, kamu pergi terlalu jauhMenjauh pergi tanpa batasSemua kamu tabrakBahkan aku yang memberi isyarat, tak mampu kau pahami Ku lihat kau bahagia,Tapi bahagiamu membuatku sedihKau pergi terlalu jauhTerlalu jauh dari jangkauanTerlalu jauh dari rumahku Seharusnya rumahku ini jadi tempatmu kembaliKamu terlalu asik dengan perjalananmu sampai lupaAda aku yang menunggumu kembaliKamu… pergi terlalu jauh Tapi… Continue reading
