Cerpen
-
Fiksi Mini – Perasaan yang Tak Terbawa Pergi

“Lebak Bulus-Lebak Bulus” Seruan itu terus menggema tak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Sebuah bus berhenti tak lama setelahnya. Meskipun itu bus yang akan membawaku pulang, nampaknya kakiku masih enggan untuk beranjak. Langit sore ini begitu indah. Langit biru yang berpendar merah muda, fenomena yang jarang terjadi tapi… langitnya cantik. Sayangnya, meskipun menatap hal yang… Continue reading
-
Fiksi Mini – Akhirnya Bom itu Meledak!
Alunan pemberitahuan kereta dan elusan angin menyapaku kala pintu kereta yang kunaiki terbuka. Mataku langsung menyipit dan mengangkat tangan menghalau cahaya matahari yang cerah pagi ini. Tampaknya matahari pun bersahabat denganku yang kali ini memulai hari dengan mood yang jatuh. Senin. Hari yang mungkin paling dibenci banyak orang. Termasuk aku. Kekesalanku pun meningkat mengingat apa… Continue reading
-
Fiksi Mini – Kata yang Sulit Terucap
Katanya, mengucapkan tiga kalimat sakti -maaf, tolong, dan terimakasih- harus dimulai dari sejak kecil. Namun, seperti hal itu tak berpengaruh untuk Tama. Lahir sebagai anak pertama dengan berbagai keharusan yang menghantui membuatnya susah menggunakan salah satu kata sakti itu. Tolong. Seperti hal yang susah untuk diucapkan. Bahkan dalam keadaan sulit, ia akan tetap mencoba dulu,… Continue reading
-
Fiksi Mini – Misi Tersembunyi
Kusapu pelan keringat di dahiku. Perlahan memakai kembali kacamata yang sebelumnya aku lepas karena mataku yang terasa perih. Sudah berapa hari aku pergi? Sudah berapa lama aku terdampar di sini untuk satu misi rahasia yang belum ku selesaikan? Pertanyaan itu mulai terasa memuakkan kala tak kutemukan jalan keluar yang kucari. Memfokuskan ulang, kulihat peta yang… Continue reading
-
Fiksi Mini – Jatuh lalu Pindah
Suara sepatu yang diseret dengan ritme cepat melewatiku. Ku kira ia akan lantas pergi. Ternyata dia berbalik dan menunduk. Melihatku yang berada di bawah. Mengerutkan kening bingung ia bergumam pelan membaca sebuah nama yang tercetak jelas di tubuhku. Lalu, entah dorongan dari mana, ia mengangkatku dan kembali bergumam dengan tatapan mengingat. Mungkin memikirkan seseorang.… Continue reading
-
Fiksi Mini – Plot Twist
Langkah kaki itu berjalan pelan. Satu persatu setiap langkah yang ia ambil, ada sebuah langkah penuh antisipasi dan kehati-hatian. Berharap tak menimbulkan suara berlebih yang dapat mengganggu orang sekitar yang tampak mengerjakan pekerjaan mereka. Ringan terdengar pelan gesekan antara alas sepatu dengan tanah yang ia pijak, ia edarkan pandangan ke sekitarnya yang penuh. Mulai… Continue reading
-
Fiksi Mini – Monolog Satu Sisi
Dua anak manusia itu nampak asik dengan dunianya sendiri. Bersama namun tak terlihat bersama. Perempuan berbaju putih nampak duduk santai tersenyum manis memandang langit yang hari itu cerah berwarna biru dengan hamparan awan putih yang indah. Sedangkan di belakangnya perempuan lain dengan rambut berantakan, kaos hitam lusuh tampak sedang berpikir. Dengan dahi yang berkerut… Continue reading
