puisi sedih
-
Aku Janji, Ini yang Terakhir!
Saat matahari memancarkan panas sore itu, aku melihatmu lagi. Duduk manis di motor kesayanganmu sambil menenteng kantong plastik berwarna merah muda. Aku tau kok isinya apa. Kamu… menungguku. Dengan berjalan pelan aku menghampirimu. Sampai… aku sadar, kau tak sendiri. Ada seorang wanita berkerudung merah jambu tepat di belakangmu. Duduk manis di belakang jok motormu. Aku… Continue reading
-
Pengecut yang Lain
Awalnya, kupikir ini akan mudah Asal nggak berhenti, terus berjalan walaupun pelan Tapi itu dulu, beberapa bulan lalu Ketika penolakan pertama datang, hidup seperti berhenti Kecewa, kesal, marah Entah pada siapa, Mengurung diri, alih-alih langsung bangkit Setelahnya, memang kembali Kembali berjalan, walaupun dengan langkah yang lebih pelan Tapi, rasa itu masih kuat… Continue reading
-
Katanya
Katanya, kesuksesan itu beda-beda datangnya Ada yang cepat, ada yang lama Katanya, sekuat apapun berusaha akan bertemu dengan kata berhasil Tapi, mereka lupa bahwa masa depan, nggak ada yang tau Katanya, harus dikerjakan biar tau hasilnya Tapi, bagaimana mau dikerjakan, kalau tekanan rasa takut begitu kuat Terlalu banyak katanya, nyatanya, mungkin itu… Continue reading
-
Pertemuan dalam Mimpi
Kamu tau, Nar? Cerita kita, pertemuan kita Itu hanya terjadi di mimpiku Kamu berlaga seperti pahlawan untukku Menolongku ketika tiba-tiba ada benda mirip bom Namanya juga mimpi, Aneh, tidak jelas maksudnya apa Saat itu aku dan beberapa teman Tapi tunggu dulu, Temanku bukan hanya sahabatku sekarang Tapi ada teman sd ku, temanku saat… Continue reading
-
Menghindar
Air itu mengalir dengan lancarnya Tanpa saringan, Jernih dengan sedikit kotoran Berakhir menyakitkan buatku Bagai seorang pengecut, Aku memilih pergi Menghindar dari keramaian Menjaga hati untuk tak sakit Walaupun aku tahu, Itu tak benar Tak menyelesaikan apapun, Tapi, bukankah itu jalan terbaik? Selagi belum mampu membalas Belum tahu harus bersikap — -31Mei2020 Continue reading
-
Kau Kulepaskan!

Waktu berlalu, kau tetap berada di sini… Di sampingku, tapi… Seperti saat pertama, aku tak punya rasa Maaf, bukan karena tak ingin… Tapi karena tak mampu Kini, kau bebas Seperti saat pertama, kita bebas Tapi, sekarang kau bebas Aku lepas kau Terbanglah tinggi, kejar rasamu Pada yang… Continue reading
-
Hanya Berharap
Pada satu waktu di mana kita berbincang Hanya untuk suatu tujuan jelas Bukan untuk hal remeh atau canda Tapi… Aku terkesan Sederhana memang Kamu juga mungkin biasa Hanya aku yang terlalu senang Padahal… seharusnya itu biasa Aku tahu kamu Aku juga tahu dia, orang yang kamu tuju Salahkah aku berharap? Bukan, bukan itu pertanyaanya, tapi…… Continue reading
