Trip to Bandung (1) – Pertama Kali Motoran di Bandung Langsung ke Tebing Keraton dan Tahura

pintu keluar tahura pos 1

Kalau udah temanan lama tuh pasti ada deh wishlist-wishlist atau rencana-rencana yang pengen kita lakuin bersama. Salah satunya ya liburan bareng. Apalagi ramai tuh sering ada yang bilang, liburan hanya wacana. Eitss, kali ini, alhamdulillah keinginan itu nggak Cuma wacana, tapi JADI!

Tahun lalu atau dua tahun lalu, inget banget rencana mau ke Jogja di bulan September atau Oktober tahun lalu. Sok iye, bilangnya sih, “Kita mesti liburan bareng dulu sebelum salah satu dari kita nikah,” Okee dulu. Tapiii, rencana itu hanya jadi wacana dan nggak ada omongan lagi sampai di July kemarin tiba-tiba tercetus, “ayok ke Bandung!”

Baca juga: Trip to Bandung – Nyobain Naik Kereta Lokal ke Bandung Cuma 20-ribuan!

So, semuanya sat set, mau dibilang dadakan juga nggak tapi ya begitulah waktu berlalu. Awal July sudah nentuin harga tiket kereta buat pergi -yang pulang belum karena masih bingung mau berapa hari dan waktu pastinya kapan- dan ketemu hotel yang strategis dan bagus.

Akhir Agustus, kita diskusi lagi, emang ya kalau liburan usia segini tuh jarang diomongin tapi tau-tau janjian diskusi. Kita diskusi menentukan hari yang pas buat liburan, dan akhirnya keluarlah tanggal 10-12 Oktober. Nggak pakai lama abis itu langsung pesan hotel dan bikin timer buat pesan tiket kereta karena kereta Cikuray harus nge-war dulu.

Untungnya, kita bisa dapet tiket jalan dan tinggal mikirin pulang mau naik apa haha. Singkat cerita, menjelang akhir September sudah lima puluh persen, udah pesan motor dan tiket bus buat balik. Oh ya, aku pesan motor di Sewa Motor Bandung Juara (@sewamotorbandungjuara) setelah mencari-cari yang sesuai budget kita.

Awalnya di Oktober awal kita sudah selesai menyusun rencana, eh tiba-tiba harus berubah karena ternyata Hutan Baksil ditutup. July-September, dua bulan semoga cukup buat persiapan liburan ini, yuk ikuti cerita perjalanan si MegsNad liburan ke Bandung!

Baca juga: Trip to Yogyakarta (1) – Berburu Sunset ke Klaten dan Prambanan untuk Pertama Kalinya

Hari Pertama – Pagi kerja, pulang ke Bandung, lalu disambut hujan dan makan mie baso cuanky

Setelah kerja di tempat sekarang, ini dua kalinya pagi kerja, pulangnya langsung liburan. Bulan July lalu ke puncak, sekarang ke Bandung. Beneran hari Jum’at abis kerja langsung sprint ke Stasiun Pasar Senen buat naik KA Cikuray jam 17.05 sore. Sebenarnya itu juga izin pulang duluan karena udah bilang sama manager dari beberapa hari lalu.

Sampai stasiun di Nad udah sampai langsung gas, nggak pake salam langsung naik kereta, kebetulan pas kita rapi check in, keretanya datang. Funfact, awalnya kita nggak kebagian kursi yang sampingan, terus gue yang pas itu jadi PIC pesan tiket kereta, mikir yaudah depan-depan-an aja yang sampingnya cewe.

Eh beberapa hari sebelum berangkat ternyata KA Cikuray udah nggak depan-depan-an lagi, ngadepnya sama semua. Jadi kita depan belakang deh. Untungnya, asal pilih tempat ini bagus guys, kita duduk ngadep ke arah lajunya kereta, huaa senangnya jadi nggak pusing karena sejalur, bayar 45 ribu berasa naik eksekutif haha

Tapi dari awal berangkat sampai ke Bandung, di sebelah gue kosong. Nggak tau ke mana mba yang udah pesan duluan itu. Kita sampai di Bandung pukul 9-an. Padahal sebelumnya nggak ada tanda-tanda hujan, tapi pas keluar stasiun gerimis. Kenapa ya setiap sampai Bandung naik kereta selalu hujan :((

Kita naik ojek mobil online ke penginapan. Oh ya, kita pesan hotel di Daily Inn Syariah Bandung yang lokasinya nggak jauh dari Alun-alun Bandung dan Masjid Raya Bandung. Pokoknya strategis banget deh ini hotel.

Pas sampai ternyata si Nad, request kamar di lantai yang tinggi. Jadilah kita di lantai 12, lantai paling tinggi 16. Pas masuk kamar ada jendela yang ternyata beneran cakep viewnya, langsung ke City Light Bandung plus gerimis hujan.

Abis beberes dan sholat kita ke bawah buat makan malam yang kemalaman dengan mie baso cuanki haha. Sekalian ngabisin bekal yang dibawa 😀

Kau kira kita kecapean abis kerja terus perjalanan ke Bandung? Nggak besti, kita bahkan ngobrol sampai larut malam haha. Apa aja diomongin sampai lupa besok mesti jalan pagi.

Ini dia galery selama hari pertama yang isinya cuma perjalanan dan sampai di hotel.

Baca juga: Trip to Solo — Dari Belajar Hingga Bermain. Seru!!

Hari Kedua – Motoran ke Tebing Keraton, Tahura, Kineruku, sampai menutup malam di Ramainya Braga dan Alun-alun

Hari yang panjang harus dimulai dengan sarapan yang cukup. Eits, tapi sebelum sarapan, sekitar jam 6 aku turun ke bawah untuk ambil motor sewaan yang bakal dipakai selama seharian nanti.

Kita sarapan di hotel karena pesan kamar yang sudah include breakfast. Setelah persiapan kita langsung bawa tas dan semua yang diperluin biar nggak bolak-balik, alias abis sarapan langsung caw.

Sarapan yang enak dan cukup membawa kita buat ke Tebing Keraton. Destinasi Pertama hari ini. Perjalanan ke sana cukup jauh dan panjang. Kita melewati jalan turun-naik karena posisi Tebing Keraton yang berada di tebing yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda.

Kalau dari google, tebing ini berada di kedalaman 1.200 mdpl. Kalau kata orang, ke sana enakan bawa motor karena bisa langsung parkir motor di depan Pos 5. Sedangkan yang bawa mobil, harus berhenti agak jauh, setidaknya perlu jalan kaki kurang lebih 1 km untuk menuju ke Pos 5.

Namun, meskipun bawa motor, ada sedikit ke khawatiran sebenarnya karena gas motor yang kurang proper, tapi bismillah sambil belajar juga akhirnya kita bisa pulang-dan pergi dengan selamat. Tarif masuk ke Tebing Keraton 17 ribu dengan rincian 15 ribu tiket masuk dan 2 ribu asuransi. Pengunjung bisa langsung bayar di tempat tanpa perlu online dan bisa bayar pakai qris.

Setelah bayar, kita dikasih dua tiket berbentuk gelang yang perlu dipakai selama berada di area Tahura, ini juga bisa jadi tiket masuk buat yang lain ya, nggak perlu bayar lagi. Dari loket kita perlu melewati jalan setapak lalu sampai di tebing. Sebentar banget tapi buat kita yang jarang olahraga itu berasa ternyata haha.

Pemandangan di sana indah dan jadi healing untuk aku yang sehari-hari ketemu macet Jakarta. Kek dari ujung-keujung ketemu yang ijo-ijo. Di sana kita nggak begitu lama, bentar, foto-foto sampai puas lalu langsung turun ke Tahura alias Pos 1.

Seperti kataku tadi, kita nggak perlu beli tiket lagi karena ini tiket udah berlaku buat semuanya. Di Tahura juga kita nggak lama-lama, kaya Cuma liat rusa totol, kelinci, abis itu balik karena mepet jam makan siang, alis kita udah laper yang sis 🙁

Menuju ke tempat selanjutnya alias tempat makan siang, kita ketemu tukang alpukat yang jualannya di depan rumah. Kita berhenti impulsive banget karena kayanya murah, tapi beneran murah, sekilo 15 ribu wak.

Lanjutannya tunggu di postingan selanjutnya ya! Haha

Baca juga: Hunting Foto Ngikutin Impulsive Thoughts di Bandung

Ini dia galery hari kedua di Tebing Keraton dan Tahura.

Baca lanjutannya di sini: Trip to Bandung (2) – Dari Book Cafe ke Jalan Legendaris di Bandung, 3D2N di Bandung Ke Mana Aja sih?

-17Okt2025



One response to “Trip to Bandung (1) – Pertama Kali Motoran di Bandung Langsung ke Tebing Keraton dan Tahura”

  1. […] Baca part 1-nya di sini: Trip to Bandung (1) – Pertama Kali Motoran di Bandung Langsung ke Tebing Keraton dan Tahura […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca