cerita lima perempuan
-
Fiksi Mini – Meetup dan Curhat
Siangnya, setelah membayar taksi yang mengantarnya, Rain berjalan pelan menuju sebuah restoran milik salah satu teman sekolahnya, Karin. Saat memasuki restoran, Rain mengingat-ingat bahwa sudah dua bulan ia tak berkunjung, yang itu berarti sudah dua bulan juga ia absen setiap teman-temannya kumpul. Setelah tersenyum singkat kepada pegawai yang menjaga di pintu masuk restoran, ia langsung… Continue reading
-
Cerpen – Benang Merah Tersembunyi
Gadis itu masih berkutat di depan laptop putih yang setia menemaninya. Tanpa tahu bahwa matahari telah terbenam dengan sempurna beberapa saat lalu. Hari yang mendung kini tengah memasuki malam yang indah dengan suasana sejuk sehabis hujan. Ditambah dengan ramainya suasana Kota Kembang memasuki hari libur. Bukan sebuah kesalahan, kalau orang ibu kota berkunjung ke kota… Continue reading
-
Cerpen – Berbagi Hal yang Tak Ingin Dibagi
Suara kaki yang beradu dengan lantai terdengar sangat cepat di sebuah koridor sekolah. Kaki yang berasal dari seorang perempuan yang hari itu rambutnya di kuncir kuda terus berlari menuju halaman belakang sekolah. Koridor itu nampak sepi, karena beberapa kelas diminta berkumpul di aula sekolah. Sesampainya di halaman belakang sekolah yang juga nampak sepi, perempuan… Continue reading
-
Cerpen – Pertemuan itu Menuju Akhir
Gadis cantik berkerudung pink terlihat sedang memangku kertas-kertas dengan beberapa coretan. Sesekali melihat ke arah gedung tinggi di depannya. Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain. Gadis itu sedang menunggu seseorang yang ada di dalam gedung tersebut. Ia melihat dan membaca kertas-kertas yang ada digenggamannya dan sesekali terlihat mengkerutkan kening. Tak lama datang seorang lelaki dengan… Continue reading
-
Cerpen – Waktu Berlalu, Aku Tetap Tinggal
Mereka berjalan dengan santai tanpa adanya percakapan. Seolah tau bahwa tempat ini memang seharusnya tenang dari kebisingan. Setelah manaruh tas di tempat yang telah disediakan, mereka berjalan menuju lift yang berada di samping tangga darurat. “Lantai empat kan?” Tanya gadis berkerudung abu-abu, Gia. Seseorang di sampingnya mengangguk, “Iya.” Setelah lift itu berhenti dan… Continue reading
-
Cerpen – Aneh, Kita Bahkan Tidak Pernah Dekat
Sebuah pesan masuk lewat surat elektronik diterima Karin sore itu. Sebuah pesan berisi undangan pernikahan dari salah satu teman sekelasnya saat SMA. Hanya undangan pernikahan namun, efeknya begitu hebat. Bukan karena yang menikah itu adalah mantannya atau bahkan musuhnya, tapi pesan itu menyiratkan sebuah tanda mungkin di sana akan terjadi reuni kecil-kecillan dengan beberapa… Continue reading
