puisi

  • Membalas atau Mengalah!

    Gimana sih rasanya bebas berekspresi?Gimana caranya biar bisa ngelawan lewat kata?Kadang aku berandai-andai,Gimasa rasanya bisa membalas orang dengan mulut sendiri Terlalu lama diam, bikin semua jadi makin bebasBebas mencela, bebas menyebar narasi tanpa konfirmasiAnak panah yang orang lain lepaskanMalah jadi suasana mencekam buat diri sendiri Padahal, aku diam?Kenapa sekarang jadi semua salahkuKenapa sekarang jadi terlihat… Continue reading

  • Bukan Lagi Masanya

    Kulangkahkan kaki menuju pintuBerniat mencoba sekali saja untuk menyapaTapi yang kutemukan bukan wajahnya,Melainkan sepatu yang tertinggal Apa aku terlena?Berharap apa yang aku tunggu datangPadahal ia hanya ingin bermainSeperti anak kecil yang bebas Tapi aku bukan anak kecilAku nggak bisa lagi diajak bermain seperti duluRagaku terlalu capekHatiku terlalu lelah untuk sekadar bermain Kapan ia sadar, kalau… Continue reading

  • Pergi Terlalu Jauh

    Tahun lalu, kamu pergi terlalu jauhMenjauh pergi tanpa batasSemua kamu tabrakBahkan aku yang memberi isyarat, tak mampu kau pahami Ku lihat kau bahagia,Tapi bahagiamu membuatku sedihKau pergi terlalu jauhTerlalu jauh dari jangkauanTerlalu jauh dari rumahku Seharusnya rumahku ini jadi tempatmu kembaliKamu terlalu asik dengan perjalananmu sampai lupaAda aku yang menunggumu kembaliKamu… pergi terlalu jauh Tapi… Continue reading

  • Rasa yang Berbeda

    Kamu tau apa yg lucu? Berada di sini tapi dengan suasana yang berbeda. Rasanya seperti bukan seperti ini, bukan yang ini yang aku cari. Bukan seperti ini yang ku ingin. Aku hampir pada titik akhir dengan semuanya. Keseruan ini nyatanya cuma di awal. Berada di pertemuan awal-awal yang membuatku penasaran. Memang ya, semua memang tak… Continue reading

  • Hanya karena Tak Biasa

    Angin meniupkan suhu dingin, menyapa permukaan kulitku yang tak tertutupi. Menusuk dengan pelan menembus jaringan epidermis mengusik relung hatiku. Semakin lama mersik itu menggusarkan emosiku. Aku masih membeku, membiarkan rasa nyeri ini semakin dalam. Mendiamkan segala bentuk anak panah yang menghujam emosiku. Aku… hanya tak tau caranya membalas. Aku… hanya tak tau bagaimana caranya membela.… Continue reading

  • Terbawa Angin

    Seperti matahari yang pergi perlahan saat senja tiba, eksitensimu perlahan pudar. Seiring kepergianku dari bangku sekolah ini, hilang sedikit demi sedikit. Hari-hari terasa sedu. Langkah yang kuambil nampaknya membawamu pergi jauh. Harap seperti selalu, tapi… renggang. Jarak, waktu, kesempatan… tak lagi bersua. Hilangmu mencemaskan. Saat hari bahagiaku tiba… Yang kutunggu tak hadir, Rupanya pembawa ceria… Continue reading

  • Pertemuan dalam Mimpi

    Kamu tau, Nar? Cerita kita, pertemuan kita Itu hanya terjadi di mimpiku Kamu berlaga seperti pahlawan untukku Menolongku ketika tiba-tiba ada benda mirip bom   Namanya juga mimpi, Aneh, tidak jelas maksudnya apa Saat itu aku dan beberapa teman   Tapi tunggu dulu, Temanku bukan hanya sahabatku sekarang Tapi ada teman sd ku, temanku saat… Continue reading