Perempuan itu menatap hamparan air laut yang terbias cahaya matahari terbenam hari itu. Tak jauh di sampingnya, berjarak seukuran tubuh orang dewasa seorang laki-laki nampak nelangsa menatap perempuannya. Atau sudah tidak bisa lagi ia sebut perempuannya?
“Aku minta maaf,” ucap lelaki itu dengan tangan yang bertaut gugup melihat perempuan di sampingnya yang tak mengalihkan tatapan dari hamparan laut biru di depan mereka, “Aku tau aku mengecewakanmu, tapi aku benar-benar belum siap untuk meminangmu.”
Perempuan itu hanya menghela napas pelan. Sambil meraup pasir pantai lalu menurunkannya kembali secara perlahan perempuan itu berkata, “Aku juga nggak bisa memaksa, Mas. Mungkin ayah juga terlalu memaksamu. Aku juga sudah ikhlas bila hubungan yang kita jalani selama lima tahun ini harus selesai.”
“Kalau kamu nggak keberatan dan bila kita memang berjodoh, aku harap kamu mau menunggu aku setidaknya sampai keuanganku stabil,” ucap lelaki itu pelan.
Perempuan itu menolah ke sampingnya, menatap laki-laki itu yang tengah menundukkan kepala, “Tak perlu pikirkan aku, Mas, kalau nanti kita berjodoh kamu bisa kembali. Tapi aku tak menjamin apapun. Karena waktu juga tak bisa aku pegang.”
==
Sore itu menjadi satu hal yang tak terlupakan bagi perempuan berkerudung hitam itu. Hubungan yang ia jalani harus hilang karena ayahnya yang mendesaknya untuk menikah. Sudah setahun lebih, namun ia masih sendiri. Tak ada lelaki lain, atau lelaki yang sama yang ia sudah kenal betul. Tak tau ia harus berdoa dan berharap apa. Nyatanya, ia hanya ingin jodohnya segera datang, entah siapa orangnya itu.
==
Hey kamu, Aku tau kau kecewa Merasa dipermainkan mungkin Seperti ia sudah dekat Dekat sekali Tapi, ternyata takdir berkata lain Katanya, kecewa itu datang Ketika kita terlalu berharap lebih Mungkin itu jadi salah satu alasannya Bisa jadi tanpa sadar, Allah tau Memang, dia bukan jodohmu Aku tidak akan menyuruhmu sabar Tapi, ingin kau menghadapinya Karena setiap masalah, Memang harus dihadapikan? Ambil pelajarannya, hikmahnya Satu lagi, yuk, move on! Hidup tidak hanya berhenti di sini Bisa jadi, Allah akan kasih gantinya Lebih baik dari ini, Lebih istimewa dari ini, Hanya tinggal menunggu saja Walaupun entah sampai kapan
—
#Day11 #OneDayOnePost30HRDC #WritingChallenge30HRDC #RamadanDitengahPandemi #30HariRamadhanDalamCerita #bianglalahijrah
—
-4Mei2020

Tinggalkan Balasan