Kembali, Datang. Namun Akhir yang Berbeda!

yellow_3to3

Kata orang, di usiaku saat ini memang sudah waktunya bertemu dengan istilah “people come and go”. Makanya aku pikir selesainya kita tahun lalu jadi hal yang selesai, titik.

Baca juga: Selesai tanpa Kata, Pergi tanpa Kabar

Ternyata, aku salah. Kita nggak benar-benar selesai. Kau bukan cuma kembali, tapi kau datang lagi. Bohong kalau aku bilang nggak kangen, bohong kalau aku bilang perasaanku berubah.

Aku masih sama, masih jadi orang yang suka tiba-tiba bilang, “Kamu lagi apa ya?” Meskipun nggak selalu aku utarakan tapi pikiran dan hatiku masih sama.

Saat kabar itu sampai padaku, sempat terlintas untuk memaksa datang. Aku ingin bertemu. Kangen, kangen banget.

Baca juga: Kau Kembali. Tepat Seperti Harapanku

Tapi aku tahu, sememaksa apapun, aku tetap belum mampu. Masih ada rantai tak kasat mata yang menahan kakiku. Aku nggak tau sampai kapan. Tapi aku rindu. Kangen, kangen banget.

Apalagi aku ingat, tahun lalu saat kau pergi aku janji akan mengusahakan apapun untuk bertemu lagi. Tapi aku nggak bisa menepatinya. Meskipun aku kangen, kangen banget.

Kau tau kan, rindu ini menyesakkan. Dada yang tiba-tiba terasa terhimpit beban besar, mata yang tanpa sadar berlinang air mata, tenggorokan yang tercekat, dan hidung yang terasa lebih berair.

Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan. Cerita tentang hari-hariku saat aku memilih pergi. Cerita tentang hidupku selepas kau pergi. Aku ingin mengulang banyak hal seru yang dulu kita bagi. Aku ingin kita berbagi lewat tatap bagaimana setahun lalu kehidupan kita terjadi.

Rasa kangen ini sudah diambang batas. Menyesakkan. Kau sudah datang, tapi kenapa takdir tak bisa mempertemukan kita? Pernah terlintas, kalau rindu ini menyakitkan kenapa dulu Tuhan mengirimkan kau jadi penenangku?

Hadirnya kau bikin semuanya lebih baik, tapi juga membuat adiksi untuk diriku. Aku kangen, bahkan ketika aku sudah pergi dan menghilang aku tetap memikirkanmu. Apa saat ini memang bukan waktunya?

Baca juga: Sebuah Kabar dan Harapan

Kali ini, aku cuma bisa menatap langit. Berharap rindu ini terbawa angin dan membuatku kembali lupa. Lupa tentang kehadiranmu yang tak jauh dariku, lupa tentang ketakberdayaanku yang tak bisa bertemu.

Lupa bahwa aku begitu merindukanmu.

“Even though it’s disappointing that we can’t meet, I still hope that everything goes as it should. I know how great you are, I know how hard you work, and I’m always proud of that. Even though it’s not now, I still hope there will be a time when we meet again.

-26Sep2025



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca