fiksi
-
Fiksi Mini – Perasaan yang Tak Terbawa Pergi

“Lebak Bulus-Lebak Bulus” Seruan itu terus menggema tak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Sebuah bus berhenti tak lama setelahnya. Meskipun itu bus yang akan membawaku pulang, nampaknya kakiku masih enggan untuk beranjak. Langit sore ini begitu indah. Langit biru yang berpendar merah muda, fenomena yang jarang terjadi tapi… langitnya cantik. Sayangnya, meskipun menatap hal yang… Continue reading
-
Fiksi Mini – Jatuh lalu Pindah
Suara sepatu yang diseret dengan ritme cepat melewatiku. Ku kira ia akan lantas pergi. Ternyata dia berbalik dan menunduk. Melihatku yang berada di bawah. Mengerutkan kening bingung ia bergumam pelan membaca sebuah nama yang tercetak jelas di tubuhku. Lalu, entah dorongan dari mana, ia mengangkatku dan kembali bergumam dengan tatapan mengingat. Mungkin memikirkan seseorang.… Continue reading
-
Fiksi Mini – Monolog Satu Sisi
Dua anak manusia itu nampak asik dengan dunianya sendiri. Bersama namun tak terlihat bersama. Perempuan berbaju putih nampak duduk santai tersenyum manis memandang langit yang hari itu cerah berwarna biru dengan hamparan awan putih yang indah. Sedangkan di belakangnya perempuan lain dengan rambut berantakan, kaos hitam lusuh tampak sedang berpikir. Dengan dahi yang berkerut… Continue reading
-
Bukan Waktu yang Tepat
Banyak pertanyaan yang datang. Aku tak tau harus menjawab apa. Bukan. Bukan tak tahu, tapi karena memang aku nggak punya jawaban itu. Aku yang masih di sini berharap suatu saat kau akan datang dan kau yang masih di sana yang jelas tahu ada yang menunggu tapi belum bisa menampakkan diri. Tak apa. Hubungan antara perempuan… Continue reading
-
Rasa Sesak!
Seketika nafas terasa sesak. Padahal tidak dalam suasana angkutan umum yang penuh, bukan setelah selesai olahraga, bukan juga lagi mau wawancara kerja. Tapi, suasana ini, begitu menyesakkan. Setelah lama tak merasa hal ini, minggu ini kembali diberi rasa seperti dulu. Semua omongan, perlakuan dia membuatku mengingat-ingat apa yang aku lakukan dulu. Bukan mau mengungkit, namun,… Continue reading
-
Fiksi Mini – Ironi!
Sang surya bersinar pagi ini. Ramah senyumnya membuat tubuh ini menghangat. Pengepak sayap di angkasa bersiul indah. Bersiap memulai hari ini dengan indah. Tama bersiap dengan tas yang menempel erat di punggungnya. Setelah mengunci pintu kamar kosnya dengan rapat dan benar, ia melangkah menjauhi tempat ia tinggal selama kuliah itu. Pagi ini, Tama… Continue reading
-
Fiksi Mini – Terima Kasih!

#ceritaTama is back! Kali ini cerita tentang Tama yang bergabung pada suatu perkumpulan di kampusnya. Suatu ketika Tama ingin sekali ikut sebuah kumpulan entah organisasi atau kepanitiaan tertentu. Ia pun akhirnya mengikuti kriwilclub. Ini semacam perkumpulan orang yang rambutnya kriwil atau ingin punya rambut seperti itu. Jujur saja, sebenarnya rambut Tama tidak kriwil, tapi… Continue reading
