Cerpen
-
Fiksi Mini – Perasaan yang Tak Terbawa Pergi

“Lebak Bulus-Lebak Bulus” Seruan itu terus menggema tak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Sebuah bus berhenti tak lama setelahnya. Meskipun itu bus yang akan membawaku pulang, nampaknya kakiku masih enggan untuk beranjak. Langit sore ini begitu indah. Langit biru yang berpendar merah muda, fenomena yang jarang terjadi tapi… langitnya cantik. Sayangnya, meskipun menatap hal yang… Continue reading
-
Fiksi Mini – Akhirnya Bom itu Meledak!
Alunan pemberitahuan kereta dan elusan angin menyapaku kala pintu kereta yang kunaiki terbuka. Mataku langsung menyipit dan mengangkat tangan menghalau cahaya matahari yang cerah pagi ini. Tampaknya matahari pun bersahabat denganku yang kali ini memulai hari dengan mood yang jatuh. Senin. Hari yang mungkin paling dibenci banyak orang. Termasuk aku. Kekesalanku pun meningkat mengingat apa… Continue reading
-
Cerpen – Rapat Tim Buku Tahunan Sekolah
Senja saat itu ditutup dengan awan kelam. Sesekali terlihat kilatan petir diiringi bentakan gemuruh yang mengalahkan suara bel yang terdengar lima menit yang lalu. Perlahan, rintik hujan malu-malu turun membasahi bumi dan terbang terbawa oleh angin yang berhembus kencang. Beberapa orang berseragam putih-abu berlari dari teras sekolah, melintasi lapangan dengan terburu-buru menuju tempat parkir.… Continue reading
-
Cerpen – Benang Merah Tersembunyi
Gadis itu masih berkutat di depan laptop putih yang setia menemaninya. Tanpa tahu bahwa matahari telah terbenam dengan sempurna beberapa saat lalu. Hari yang mendung kini tengah memasuki malam yang indah dengan suasana sejuk sehabis hujan. Ditambah dengan ramainya suasana Kota Kembang memasuki hari libur. Bukan sebuah kesalahan, kalau orang ibu kota berkunjung ke kota… Continue reading
-
Fiksi Mini – Melepaskan
Perempuan itu menatap hamparan air laut yang terbias cahaya matahari terbenam hari itu. Tak jauh di sampingnya, berjarak seukuran tubuh orang dewasa seorang laki-laki nampak nelangsa menatap perempuannya. Atau sudah tidak bisa lagi ia sebut perempuannya? “Aku minta maaf,” ucap lelaki itu dengan tangan yang bertaut gugup melihat perempuan di sampingnya yang tak… Continue reading
-
Cerpen – Aneh, Kita Bahkan Tidak Pernah Dekat
Sebuah pesan masuk lewat surat elektronik diterima Karin sore itu. Sebuah pesan berisi undangan pernikahan dari salah satu teman sekelasnya saat SMA. Hanya undangan pernikahan namun, efeknya begitu hebat. Bukan karena yang menikah itu adalah mantannya atau bahkan musuhnya, tapi pesan itu menyiratkan sebuah tanda mungkin di sana akan terjadi reuni kecil-kecillan dengan beberapa… Continue reading
-
Fiksi Mini – Terima Kasih!

#ceritaTama is back! Kali ini cerita tentang Tama yang bergabung pada suatu perkumpulan di kampusnya. Suatu ketika Tama ingin sekali ikut sebuah kumpulan entah organisasi atau kepanitiaan tertentu. Ia pun akhirnya mengikuti kriwilclub. Ini semacam perkumpulan orang yang rambutnya kriwil atau ingin punya rambut seperti itu. Jujur saja, sebenarnya rambut Tama tidak kriwil, tapi… Continue reading
