Fictions
-
Tentang Penerimaan Terbaik
Bulatan gelembung menemani hari-hariku di sini. Entah muncul dari mana bulatan abu ini menghiasi mimpi malamku belakangan ini. Ia bahkan menutupi pelangi cerah yang telah menemaniku hampir dua tahun ini. Maju maka akan meledakkan gelembung dan menghancurkan lukisan yg aku buat sejak lama. Lukisan cerita yang inginku perlihatkan padamu. Mundurpun mereka tetap akan membasahi tempatku… Continue reading
-
Tentang Kenangan Indah
Terpikir hampir genap dua tahun lalu kita dekat. Aku yang mencoba mencari tahu tentangmu, kamu yang hadir saat masa terpurukku. Kamu datang bagai air hujan yang memberi jalan temu untukku. Aku yang saat itu jatuh, terlena oleh keadaan, dihempaskan oleh kenyataan, digariskan untuk bertemu denganmu. Di malam-malam penuh kegelisahan, kau hadir. Menemani dan memelukku dengan… Continue reading
-
Hanya karena Tak Biasa
Angin meniupkan suhu dingin, menyapa permukaan kulitku yang tak tertutupi. Menusuk dengan pelan menembus jaringan epidermis mengusik relung hatiku. Semakin lama mersik itu menggusarkan emosiku. Aku masih membeku, membiarkan rasa nyeri ini semakin dalam. Mendiamkan segala bentuk anak panah yang menghujam emosiku. Aku… hanya tak tau caranya membalas. Aku… hanya tak tau bagaimana caranya membela.… Continue reading
-
Sebuah Pesan untuk Yang Tersayang
Dear, Yang Tersayang. Apa kabar?Lagi sibuk apa sekarang?Oh ya, gimana, kamu udah selesai berdamai dengan keadaan?Atau malah masih menyesali terlahir jadi anak pertama? Kok nafasnya terengah-engah? Bebannya berat banget ya? Nggak kok, nggak lebay. Apapun jawabannya, tiap orangkan punya kesulitannya masing-masing. Mungkin saat ini kamu emang lagi ada di waktu yang semua terasa sulit. Ekspektasi… Continue reading
-
Fiksi Mini – Akhirnya Bom itu Meledak!
Alunan pemberitahuan kereta dan elusan angin menyapaku kala pintu kereta yang kunaiki terbuka. Mataku langsung menyipit dan mengangkat tangan menghalau cahaya matahari yang cerah pagi ini. Tampaknya matahari pun bersahabat denganku yang kali ini memulai hari dengan mood yang jatuh. Senin. Hari yang mungkin paling dibenci banyak orang. Termasuk aku. Kekesalanku pun meningkat mengingat apa… Continue reading
-
Fiksi Mini – Kata yang Sulit Terucap
Katanya, mengucapkan tiga kalimat sakti -maaf, tolong, dan terimakasih- harus dimulai dari sejak kecil. Namun, seperti hal itu tak berpengaruh untuk Tama. Lahir sebagai anak pertama dengan berbagai keharusan yang menghantui membuatnya susah menggunakan salah satu kata sakti itu. Tolong. Seperti hal yang susah untuk diucapkan. Bahkan dalam keadaan sulit, ia akan tetap mencoba dulu,… Continue reading
-
Fiksi Mini – Misi Tersembunyi
Kusapu pelan keringat di dahiku. Perlahan memakai kembali kacamata yang sebelumnya aku lepas karena mataku yang terasa perih. Sudah berapa hari aku pergi? Sudah berapa lama aku terdampar di sini untuk satu misi rahasia yang belum ku selesaikan? Pertanyaan itu mulai terasa memuakkan kala tak kutemukan jalan keluar yang kucari. Memfokuskan ulang, kulihat peta yang… Continue reading
