Tentang Kenangan Indah

Terpikir hampir genap dua tahun lalu kita dekat. Aku yang mencoba mencari tahu tentangmu, kamu yang hadir saat masa terpurukku. Kamu datang bagai air hujan yang memberi jalan temu untukku.

Aku yang saat itu jatuh, terlena oleh keadaan, dihempaskan oleh kenyataan, digariskan untuk bertemu denganmu. Di malam-malam penuh kegelisahan, kau hadir. Menemani dan memelukku dengan suaramu, dengan tawamu.

Masih teringat ucapanmu kala itu, “hanya karena kamu membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang lain, bukan berarti kamu gagal” kalimat itu akhirnya buatku kembali ceria. Kembali membuatku bangun dan kembali mengulangi prosesnya.

Surprisingly, yang kamu katakan beneran ampuh ke diriku. Bahkan ketika akhirnya aku gelisah dengan diriku sendiri kamu juga bilang “jangan terlalu banyak khawatir, asal kamu melakukan yang terbaik, semua akan indah pada waktunya”.

Itu bekerja dengan baik. Aku lakukan semua dengan usaha terbaik yang aku bisa. Mencoba berbagai cara buat dapatkan yang terbaik. Bahagianya kamu tetap menemaniku. Melewati pagi hingga pagi lagi yang panjang. Bersama dengan lantunan suara merdumu, aku siap bertempur.

Di detik titik pertempuran saat gelisah kembali hadir, kamu kembali mengatakan, “lebih baik menyesal telah mencoba dibandingkan menyesal karena tidak mencoba”. Aku coba, aku kuatkan niat.

My day is coming, and you always beside me. Di tengah euforia kebahagian kamu tetap di sana dengan suara lembut yang selalu terdengar.

Waktu berjalan, perjalananku mencapai akhir. Kamu di sana. Masih di sana. Meskipun duniamu tidak baik-baik aja, kamu masih di sana. Meskipun banyak alasan untuk pergi, kamu masih di sana.

Lepas semuanya, saat semua perjuanganku telah selesai, kamu pun juga telah mencoba banyak hal. Kita sama-sama mencoba banyak hal baru ya. Sayangnya aku lupa. Kondisimu tetap sama. Tetap tidak baik-baik aja.

Meskipun aku menjanjikan untuk bertemu, meskipun kamu juga terlihat bahagia, aku tau semua memang nggak baik-baiknya. Aku tahu, meskipun tahu, itu tidak menutup untukku bersedih.

Aku mungkin tahu, mencoba berpasrah, tetapi aku tetap bersedih. Melepasmu pergi dan menyerah jadi pukulan untukku. Aku… tak menyangka akan secepat ini. Kita belum bertemu, belum sempat kuucapkan terima kasihku.

Terima kasih telah menemaniku menghabiskan titik jalanku di sini. Terima kasih sudah menjadi alasan aku berada di tempat ini. Maaf karena belum bisa menjadi alasanmu bertahan.

Terbang tinggi, dan lakukan banyak hal yang ingin kamu lakukan. Aku di sini dengan mimpiku dan kamu di sana dengan mimpimu. Kulepas dengan ungkapan terima kasih yang kukirim lewat bisikan tangis. Kukirimkan doa terbaikku untukmu. Love you, as always!

Jak, 28Februari2022



One response to “Tentang Kenangan Indah”

  1. […] Baca juga: Tentang Kenangan Indah […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca