Tentang Penerimaan Terbaik

Bulatan gelembung menemani hari-hariku di sini. Entah muncul dari mana bulatan abu ini menghiasi mimpi malamku belakangan ini. Ia bahkan menutupi pelangi cerah yang telah menemaniku hampir dua tahun ini.

Maju maka akan meledakkan gelembung dan menghancurkan lukisan yg aku buat sejak lama. Lukisan cerita yang inginku perlihatkan padamu. Mundurpun mereka tetap akan membasahi tempatku tinggal dengan air abu yang tak kuketahui apa. Ledakan gelembung yang akan membuatku dingin.

Apa yang harus kulakukan? Menjalani hari dengen suasana yang beda?

Bahkan setelah beberapa hari tanpamu, semua masih terasa aneh. Masih terasa asing. Mungkin seperti aku yg butuh tinggal lama dengan pelangi, aku juga harus tinggal lama dengan bulatan itu hingga terbiasa.

Iya, terbiasa tanpamu.

Pelangi mungkin ingin mengejar cahaya lain. Cahaya yang nggak bisa ia dapat ditempatnya biasa tinggal. Ia butuh cahaya lain untuk lebih bersinar. Ia butuh tempat berpijak lain untuk menetap. Ia butuh genggaman lain untuk menemaninya maju.

Dan tempat itu, bukan di tempat yang ada aku. Dan… untuk maju, mungkin ia butuh meninggalkanku di sini.

Di sini… ku hanya dapat melakukan yang bisa aku lakukan. Menghancurkan balon yg ada di belakangku dan menerima basah. Nggak apa-apa. Rasakan dingin ini sampai kau temukan hangatnya pelangi kembali.

Iya, satu titik di hati, aku rasa ini jadi satu caraku menerima. Entah kau akan kembali atau tidak, aku hanya bisa menemani. Kembali mencoba, dan temukan kebahagianmu yang lain ya. Terima kasih sudah menemani.

Baca juga: Tentang Kenangan Indah



– Jak, 21Mar2022



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca