Fiksi Mini – Bukan Barang

            Dengan tergesa-gesa, anak perempuan itu berlari dari dapur rumahnya bersiap untuk menyambut orang yang beberapa saat lalu memasuki pekarangan rumah. Dengan senyum yang mengembang sempurna di bibir tipisnya, anak itu menggenggam sebuah cupcake yang telah ia siapkan berdua dengan bundanya. Namun, langkah itu tiba-tiba berhenti dan kue mungil di tangannya meluncur dengan bebas begitu saja.

            Mata kecil dan polos itu terlihat berkaca-kaca melihat keadaan sosok ayahnya yang datang dengan dipapah dua orang dikiri-kanannya. Dengan langkah pelan, anak perempuan itu duduk di samping ayahnya setelah kedua orang yang memapah ayahnya itu pamit pulang. Tak lama, suara langkah kaki bundanya dari arah dapur terdengar makin dekat.

            “Ayah, ayah napa? Bibil ayah sakit ya? Bilu gitu,” tanya anak itu dengan suara cadel yang menggemaskan.

            “Ayah jatuh tadi abis nolongin princess. Sini peluk ayah, biar ayah cepet sembuh,” lelaki itu merentangkan tangannya dan menyambut pelukan hangat dari putrinya.

            “Ini kok, kuenya jatoh sih.” Suara perempuan terdengar ketika melihat kue yang ia buat berserakan di lantai. “Ka, kok kuenya… Astagfirullah, kamu kenapa, Bang?” ucap perempuan yang tak lain adalah bundanya dengan panik. Perempuan itu tak lagi fokus pada kue melainkan suaminya yang babak belur entah karena apa.

            “Nggak apa-apa,” dengan memberi kode kecil lelaki itu mengirim sinyal untuk tak melajutkan pembicaraan mengingat masih ada putri kecil mereka.

            “Yaudah, kakak sekarang ambil kuenya yang jatuh terus taruh di tempat sampah ya di dapur,” perempuan itu memberi perintah dengan pelan. Setelah mendengar ucapan bundanya, anak itu langsung bangkit dari pelukan ayahnya dan melaksanakan perintah ayahnya.

            Setelah melihat putrinya berjalan ke arah dapur, perempuan itu langsung menatap suaminya meminta penjelasan. Masih dengan menatap kepergian putrinya ke arah dapur, lelaki itu menjelaskan.

            “Ayah kandungnya kakak tadi ke kantor. Dia… dia minta kita buat balikin kakak. Aku nggak mau, kamu juga nggak mau kan, Bun?”

—

-9Juli2020



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca