fiksi mini anak
-
Fiksi Mini – Lelaki Pembawa Tawa
Dengan semangat bocah lelaki itu mengayuh sepedanya dengan kencang. Senyumnya yang manis tak hilang meski ia tampak kelelahan. Sesampainya di rumah bercat coklat, langsung saja ia taruh sepedanya begitu saja di halaman rumah. Lari dengan kencang menuju belakang rumah untuk menemui sang ibunda. “Maaa.. aku keterima, Mah,” ucapnya dengan gembira sambil memeluk ibunya… Continue reading
-
Fiksi Mini – Bukan Barang
Dengan tergesa-gesa, anak perempuan itu berlari dari dapur rumahnya bersiap untuk menyambut orang yang beberapa saat lalu memasuki pekarangan rumah. Dengan senyum yang mengembang sempurna di bibir tipisnya, anak itu menggenggam sebuah cupcake yang telah ia siapkan berdua dengan bundanya. Namun, langkah itu tiba-tiba berhenti dan kue mungil di tangannya meluncur dengan bebas begitu… Continue reading
