Kata
-
Titik Koma [;] – 2020
![Titik Koma [;] – 2020](https://catatansihujan.com/wp-content/uploads/2020/07/img_9228.jpg)
Hei, kamu, yang sudah berusaha sampai titik ini. Kau hebat, kamu tahu itu kan? Bangun dari kegagalan itu nggak mudah, dan kamu bisa. Kamu bisa bangun walaupun dengan pelan-pelan. Kamu pelan-pelan ingat apa tujuanmu, kamu ingat siapa yang akan senang jika kamu berhasil, dan kamu ingat apa yang harus kamu selesaikan. Makin lama, kamu makin… Continue reading
-
Menghindar
Air itu mengalir dengan lancarnya Tanpa saringan, Jernih dengan sedikit kotoran Berakhir menyakitkan buatku Bagai seorang pengecut, Aku memilih pergi Menghindar dari keramaian Menjaga hati untuk tak sakit Walaupun aku tahu, Itu tak benar Tak menyelesaikan apapun, Tapi, bukankah itu jalan terbaik? Selagi belum mampu membalas Belum tahu harus bersikap — -31Mei2020 Continue reading
-
Kamu dan Kata-Kata
Ku panggil kau dengan sebutan Nyoongs. Kadang juga kusebut anak-anak. Padahal kau lebih tua dariku, tapi kelakuanmu masih seperti anak-anak. Walaupun perjalananmu tak semudah kisah anak-anak yang bahagia dengan masa kecilnya. Walaupun berat, perjalananmu itu memberikan banyak motivasi untukku. Apalagi disaat-saat seperti ini. Aku merasa banyak mendapatkan nasihat dari kau. “Just because you took loger… Continue reading
-
Hilang Tak Tersisa
Semuanya terasa berbeda. Semuanya berubah sejak saat itu. Entah, hanya aku yang merasa atau memang benar ada yang salah denganmu. Lepas kejadian dua bulan lalu, kau hilang dan tak kutemui di manapun. Bahkan di tempat-tempat yang biasa kau kunjungi, kau tak nampak. Hilang tak tersisa bahkan kabarmu pun aku tak tau. Bertanya ke beberapa teman… Continue reading
-
Terkadang, Kita Butuh Diam Daripada Bercerita
Dulu, aku pikir bercerita jadi salah satu cara buat mengurangi masalah yang kita punya. Mau si pendengar memberi saran atau tidak, yang penting kita cerita dan ngeluarin semua kekecewaan, kebahagian, atau bahkan kemarahan. Nyatanya, semua tak lagi sama. Terkadang kita butuh diam saja dan resapi kekecewaan ini sendiri. Terkadang kita butuh menyimpan kebahagiaan kita sendiri… Continue reading
-
Rasa Sesak!
Seketika nafas terasa sesak. Padahal tidak dalam suasana angkutan umum yang penuh, bukan setelah selesai olahraga, bukan juga lagi mau wawancara kerja. Tapi, suasana ini, begitu menyesakkan. Setelah lama tak merasa hal ini, minggu ini kembali diberi rasa seperti dulu. Semua omongan, perlakuan dia membuatku mengingat-ingat apa yang aku lakukan dulu. Bukan mau mengungkit, namun,… Continue reading
-
Kau Kulepaskan!

Waktu berlalu, kau tetap berada di sini… Di sampingku, tapi… Seperti saat pertama, aku tak punya rasa Maaf, bukan karena tak ingin… Tapi karena tak mampu Kini, kau bebas Seperti saat pertama, kita bebas Tapi, sekarang kau bebas Aku lepas kau Terbanglah tinggi, kejar rasamu Pada yang… Continue reading
