Hilang Tak Tersisa

Semuanya terasa berbeda. Semuanya berubah sejak saat itu. Entah, hanya aku yang merasa atau memang benar ada yang salah denganmu. Lepas kejadian dua bulan lalu, kau hilang dan tak kutemui di manapun. Bahkan di tempat-tempat yang biasa kau kunjungi, kau tak nampak. Hilang tak tersisa bahkan kabarmu pun aku tak tau. Bertanya ke beberapa teman jawabannya sama, “Gue nggak tau dia kemana,” “Udah hampir dua minggu dia nggak ke sini,” dan jawaban lain yang mengisyaratkan bahwa mereka tak tau kau di mana. Sebenarnya, kau di mana?

Di saat aku membutuhkanmu, kau malah menghilang. Bukankah kita pernah berjanji untuk saling ada? Bukankah kita pernah berjanji untuk saling menguatkan? Tapi, saat aku dalam kesedihan yang tak berujung ini, kau hilang. Meninggalkan kesedihan yang begitu dalam di saat aku juga bersedih karena keadaan lain. Kau tau? Hilangnya dirimu menambah kesedihanku.

Kisah ini, aku tak ingin mengakhirinya. Aku tetap ingin kau yang ada saat aku sedih. Aku ingin kau yang menguatkanku di setiap waktu saat aku meraih impianku. Namun, nampaknya kau memang tak bisa terus di sini, kan? Faktanya, kau tak ada ketika aku jatuh saat meraih impianku. Sayang, kau ke mana?

Nggak tau ini cerpen apa bukan atau malah flash fiksi. Hasil kegabutan yang terjadi ketika #diRumahAja dan malas ngerjain proposal. Lagi dengerin cover Tulus-Pamit yang suaranya mirip-mirip sama Wonwoo, jadi galau 🙁

-24Mar2020



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca