Hei, kamu, yang sudah berusaha sampai titik ini. Kau hebat, kamu tahu itu kan? Bangun dari kegagalan itu nggak mudah, dan kamu bisa. Kamu bisa bangun walaupun dengan pelan-pelan. Kamu pelan-pelan ingat apa tujuanmu, kamu ingat siapa yang akan senang jika kamu berhasil, dan kamu ingat apa yang harus kamu selesaikan. Makin lama, kamu makin siap secara materi, aku bisa lihat itu. Tapi, kamu lupa, materi dan fisik aja nggak cukup. Ada mental yang juga ikut dalam proses ini. Sayangnya, mentalmu tak berproses secepat itu. Perdebatan panjang, rencana kecilmu yang mungkin akan terhambat, keinginanmu untuk segera selesai perlu diperhitungkan. Kau akhirnya meminta bantuan pada yang ahli. Nggak salah kok, mungkin karena kamu butuh itu.
Aku tahu kamu sudah lakukan apapun yang bisa kamu kerjakan untuk sampai sini. Bangun dari kegagalan sebelumnya, lalu pelan-pelan menerima kalau harus mengulang proses untuk yang kedua kalinya. Hingga akhirnya, kau berada di titik ini. Seperti yang sudah aku katakan sebelum kau berada di sini, kalau hasil yang kau inginkan tak juga kau dapat, berhenti untuk kembali menyalahkan dirimu sendiri. Berhenti untuk menyalahkan takdir, dan mari ajak fisik dan mentalmu untuk pelan-pelan kembali ulangi proses menerima kegagalan seperti waktu lalu.

Jika hasilnya seperti yang kau harapkan, aku mau bilang, jangan terlena begitu saja. Jangan larut dalam euphoria sampai kamu lupa kalau ini baru titik awalmu yang baru untuk selangkah lebih dekat ke titik finis. Pelan-pelan lagi nggak apa-apa kok. Aku lihat ada lumayan yang harus diperbaiki. Fokusmu jangan sampai hilang, dan seperti yang sebelumnya, yuk, bikin lagi target-target kecil untuk lebih besar diakhir nanti. Tarik napas pelan-pelan, mulai buka kembali tulisanmu dan perbaiki itu. Krikil kecil itu pasti ada, tapi aku tahu kamu bisa melewati itu. Semangat, aku tahu kamu bisa.


—
-11Juli2020


Tinggalkan Balasan