Ku panggil kau dengan sebutan Nyoongs. Kadang juga kusebut anak-anak. Padahal kau lebih tua dariku, tapi kelakuanmu masih seperti anak-anak. Walaupun perjalananmu tak semudah kisah anak-anak yang bahagia dengan masa kecilnya. Walaupun berat, perjalananmu itu memberikan banyak motivasi untukku. Apalagi disaat-saat seperti ini. Aku merasa banyak mendapatkan nasihat dari kau. “Just because you took loger than others, doesn’t mean you failed,” “Don’t worry too much,” “It will work out in the end.” Beberapa kalimat darimu yang aku tulis di depan meja belajarku. Terdengar lebay tapi aku senang melihat dan membacanya.
Sebagian mungkin akan dengan mudah mendapatkan impian mereka, tapi kamu mengajarkan bahwa usaha memang tidak menghianati hasil. Lakukan apa yang terbaik dan semua akan berhasil pada akhirnya. Kamu butuh lima tahun bahkan tujuh tahun untuk meraih sedikit dari impianmu, disaat yang lain mungkin tak membutuhkan waktu sebanyak itu. Tapi dari situ juga terlihat bahwa ‘hari bahagia’ orang berbeda. Kamu juga yang selalu bilang, “Percaya padaku,” bahkan disaat kesulitan menghampiri kamu tetap ingin orang lain percaya bahwa kamu bisa menghadapi ini dan memenuhi janjimu. Dan sejujurnya, aku beruntung dapat mengenalmu.
===
Ada lagi yang ku panggil bapak. Alih-alih abang atau panggilan sejenis tapi kau lebih cocok dengan panggilan itu walaupun kelakuanmu masih mirip dengan anak-anak. Tak terlihat nampaknya membuatmu menjadi lebih bebas. Bebas menciptakan apa yang kamu mau dan melakukan banyak hal sesukamu tanpa memikirkan tanggapan orang lain. Walaupun aku tak tahu pasti kamu beneran tak peduli atau pura-pura tak peduli. “Never stop trying, never stop believing, never give up. You Day will Come!” atau “You’ve worked hard today, too.” Tertulis di sana, lagi-lagi aku hanya senang membacanya. Komitmen yang kamu pilih dan terus berpegang pada itu sedikit membuatku terharu. Selama itu bahkan saat beberapa orang membenci kamu tetap di sana. Di saat kamu bahkan bisa bebas sendiri, tapi kamu tak pergi.
Melihatmu yang terus berkarya tanpa ada yang menghargai, atau melihatmu yang terus berkarya dengan banyak orang yang membenci, pada akhirnya semua memang ada pro dan kontra. Namun, kamu mengajarkan untuk terus berkarya untuk orang-orang yang sayang padamu. Tak perlu hiraukan orang yang membenci. Saat hari itu tiba, mereka yang tak melihat atau membenci akan takluk. Walaupun entah kapan itu akan terjadi. Sejujurnya lagi, aku juga beruntung bisa mengenal dan melihat kebebasanmu.
Mungkin nanti saat waktunya tiba, kata-kata motivasi dari kalian bisa aku bukukan 😉
—
-18Apr2020

Tinggalkan Balasan