Sang surya bersinar pagi ini. Ramah senyumnya membuat tubuh ini menghangat. Pengepak sayap di angkasa bersiul indah. Bersiap memulai hari ini dengan indah. Tama bersiap dengan tas yang menempel erat di punggungnya. Setelah mengunci pintu kamar kosnya dengan rapat dan benar, ia melangkah menjauhi tempat ia tinggal selama kuliah itu.
Pagi ini, Tama bersiap untuk balik ke kampung halamannya. Kembali bersua dengan keluarga yang sudah setahun ini tak ia temui. Ia kangen. Terlebih kepada orang tuanya. Setahun tak bertemu, Tama menduga-duga, ada perubahan apakah yang akan ia temui saat tiba di sana?
Tama tinggal jauh dari keluarga setelah ia berkuliah di luar kota tempat ia dilahirkan. Memilih berjauhan bukan semata karena ingin mandiri, tapi lebih dari itu. Ia ingin ketika ia sudah sukses di tempat ia kuliah, ia bisa membanggakan desanya yang hanya sebagian kecil remaja tamatan sekolah yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Diiringi suara kereta sepanjang perjalanannya, ia berharap kepulangannya kali ini akan terasa indah. Tanpa ada suara-suara yang dulu mengganggunya. Tanpa bisik-bisik yang membuatnya sedih. Ia tak ingin sedih. Terlebih, keluarga akan tetap keluarga kan? Walaupun hal lain membuatnya terasa ingin berlari menjauh. Karena alasan lain ia tinggal jauh, ia muak dengan bisikan tetangga dan kegaduhan yang terjadi di rumahnya.
—
#Day27
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
—
-1Juni2019

Tinggalkan Balasan