renjun
-
Sebuah Kabar dan Harapan

Hey! Beberapa minggu ini banyak yang terjadi. Tapi lebih dari itu, aku bersyukur bisa melihatmu lagi. Oh ya, bagaimana kabarmu? Aku lihat kau sudah mulai bisa kembali dengan bahagia, meskipun… sesekali aku masih melihatmu nampak sedih. Ya mungkin emang masih masanya peralihan dan terbiasa untuk balik lagi. Tapi nggak apa-apa, hadirmu sudah membuatku bahagia, lagipula… Continue reading
-
Kau Kembali. Tepat Seperti Harapanku
Kembalimu jadi salah satu yang aku harapkan. Kau yang menghilang lepas hujan badai kala itu bikin aku takut. Takut nggak bisa melihatmu lagi. Iya aku tau, mungkin kita nggak bisa bareng lagi. Seperti kataku kan, semuanya sudah berbeda. Nggak lagi sama. Tapi… meskipun aku terlihat tak peduli, aku masih menunggu kabarmu. Hanya ingin tau kabar… Continue reading
-
Menunggu Waktu

Sejenak mata terbuka, di pagi yang sunyi satu pertanyaan terlintas,“Semua memang tinggal nunggu waktu, kan?”Selama putaran waktu dalam berapa tahun terakhirSatu hal yang aku tau, aku mau kamu bahagiaApapun dan bagaimanapun itu Sayangnya, hidup nggak selamanya di atas, kan?Kadang ada saatnya kutemukan kau sedihKutemukan kau menyalahkan cara kerja semestaKadang juga kutemukan senyum lebar di wajahmuAtau… Continue reading
-
Kesempatan Memulai Pertemuan Pertama

Rintik air menghujani jum’at siang itu. Rintik pelannya menyentuh permukaan baju warna merah muda yang kupakai. Ojek online yang kupesan berjalan cepat untuk mencegah terkena tetesan air hujan yang lebih banyak. Anehnya, meskipun hujan nampak akan turun deras, langit masih cerah. Mungkin dia tahu, ada satu cahaya bintang yg beredar di sekitar sana. Lepas turun,… Continue reading
-
Fiksi Mini – Lelaki Pembawa Tawa
Dengan semangat bocah lelaki itu mengayuh sepedanya dengan kencang. Senyumnya yang manis tak hilang meski ia tampak kelelahan. Sesampainya di rumah bercat coklat, langsung saja ia taruh sepedanya begitu saja di halaman rumah. Lari dengan kencang menuju belakang rumah untuk menemui sang ibunda. “Maaa.. aku keterima, Mah,” ucapnya dengan gembira sambil memeluk ibunya… Continue reading
