Rintik air menghujani jum’at siang itu. Rintik pelannya menyentuh permukaan baju warna merah muda yang kupakai. Ojek online yang kupesan berjalan cepat untuk mencegah terkena tetesan air hujan yang lebih banyak.
Anehnya, meskipun hujan nampak akan turun deras, langit masih cerah. Mungkin dia tahu, ada satu cahaya bintang yg beredar di sekitar sana. Lepas turun, ku buka payung yang kubawa.
Berjalan di tengah rintik hujan yang semakin deras, ku coba susuri jalan dengan iringan lagu yang diputar tak jauh dari tempatku. Makin besar, langkahku semakin dekat dengan tujuan.
Meskipun hujan mengotori sepatu putih yang kupakai saat itu dan membuatku menyesalinya, itu tak menyiratkan bungah yang ada di hati menanti pertemuan pertamaku dengan anak itu. Apa aku sudah bilang hari ini menjadi kesempatanku untuk pertama kalinya bertemu dia?
Setelah beberapa tahun ini mengenalnya, menjaga anak itu, hingga melihat sikap dan sifatnya lewat layar handphone atau komputer, kini, kesempatan itu datang. Kesempatan yang kuusahakan itu datang.
Anak itu, si penyuka warna kuning itu baik banget. Tak ada yang bisa mendeskripsikan bagaimana kebaikan dia bahkan dari tempat dudukku yang mungkin tak terjangkau olehnya. Tak apa.
Melihatnya langsung dalam jangkauan kedua mataku membuatku bahagia. Setidaknya, aku tau, dia sebaik itu. Bagaimana dia melambaikan tangan ke semua sudut di tempat itu, bagaimana dia memberikan banyak gerakan tubuh penuh cinta, dan cara dia melempar senyum manisnya.
Aura positif yang dia bawa sangat terasa. Dia baik, dia ramah, dia bawa kebahagiaan buat semua orang di sana. Hingga akhir pun aku membuat satu permintaan buat bisa ketemu anak baik itu lagi nanti.
Lebih dari itu, senang bisa melakukan perjumpaan pertama denganmu. Janji buat saling dukung, dan lakukan yang terbaik sampai nanti berjumpa lagi. Semoga kamu nggak kapok ya dan bisa balik ke sini lagi.
My yellow boy, see you when i see you again, love 💞
—
-25Mei2022





Tinggalkan Balasan