Resign Tanpa Backup Plan, Apa Aja Sih Persiapannya?

persiapan resign tanpa back up plan

Pernah nggak liat konten resign di tiktok? Kayanya, kalau kita lagi eneg banget sama kerjaan atau sama kantor, konten kaya gitu suka tiba-tiba muncul nggak sih? Atau perasaan aku aja?

Nah, fyi, tahun lalu, aku akhirnya memutuskan untuk berhenti a.k.a resign dari kantor pertamaku setelah kuliah tanpa backup plan. Kalau ditanya sedih, atau menyesal aku akan jawab dengan lantang nggak? Dan jawaban ini adalah jawaban dari proses panjangku setahun ini.

Mungkin di sini aku ingin membagikan apa aja sih persiapan sebelum memutuskan untuk resign, terutama buat kalian para fresh graduate yang rasa-rasanya sulit move on dari kantor pertama. Dibilang terlalu nyaman juga nggak, tapi kaya takut juga buat pindah ke tempat baru, kecuali udah muak yang muak banget hahaha

So, sambil diselingi sedikit cerita, akan aku bawa kalian menyelami persiapan resign dari aku yang akhirnya survive dari kantor pertama setelah lulus kuliah.

  • Jangan terbawa emosi sesaat

Perjalanan niat resignku yang paling mantap dan serius adalah akhir Desember 2023. Saat itu, ada satu kejadian yang membuat aku begitu kecewa, sedih, muak, bahkan sampai tubuhku nggak bisa diajak kerja sama. Setiap ke kantor mual, sedih, nggak mau berangkat. Kalau kata orang, mentalku sudah kena. Mungkin ini salah satu alasannya, tapi…

Aku di sini nggak mau bahas itu, karena biarkan ini jadi ceritaku sendiri. Hal yang mau aku bahas di sini adalah jangan mengambil keputusan saat emosi, atau terbawa emosi sesaat. Buat orang-orang mungkin sering juga denger teman atau orang terdekat yang dikit-dikit bilang resign, wah, itu bisa jadi cuma ikutin emosi sesaat aja.

Kalau memang kamu mau resign, redakan dan tenangkan dulu emosimu. Pikir panjang dari keputusanmu untuk resign. Mulai dari kalau resign tanpa backup plan mau ngapain, gimana tanggapan orang-orang terdekatmu, terutama yang masih ada orang tua atau tanggungan, dan tabungan aman nggak kalau belum ada pekerjaan baru.

Jangan sampai terlalu terbawa emosi bikin kamu lupa kalau setelah resign kamu masih perlu hidup, atau bahkan menghidupi keluargamu.

Baca juga: Anomali Penulis

  • Persiapan tabungan kalau kamu resign tanpa backup plan

Saat itu, aku memang serius ingin resign di Desember 2023, tapi aku akhirnya benar-benar resign di Mei 2024. Ada jeda lima bulan yang akhirnya aku pakai untuk mempersiapkan diri, terutama saat itu, aku kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Mei 2024, aku resign tanpa backup plan pekerjaan apapun.

Dari Desember aku menyisihkan hampir 50% gaji bulanan buat ditabung. Awalnya aku pikir aku bakal langsung dapat pekerjaan baru setelah resign, tapi ternyata qadarullah, aku nganggur dulu beberapa bulan, sempat freelance juga, hingga akhirnya sekarang bisa kerja fulltime lagi.

Persiapkan uang untuk setidaknya enam bulan hingga satu tahun. Kalau kamu ada tanggungan bulanan, diitung-itung kira-kira sebulan bakal keluar uang pasti berapa, terus kalau kamu mau jajan, mau ada keperluan, atau usaha cari kerja lain bakal habis berapa. Buat perhitungan yang matang dan jaga pengeluaran kalau memang tabunganmu tipis.

Aku memutuskan akhirnya resign di bulan Mei itu setelah uang tabungan setelah resign sudah lebih dari sepuluh juta. Aku rasa, tanggungan bulanan dan uang jajan harusnya pas untuk sekitar enam bulan hingga satu tahun kalau-kalau aku nggak ada pemasukan sama sekali.

  • Selain tabungan, perlu juga bikin list kegiatan biar nggak bosen

Sebelum waktu resign, aku sudah mempersiapkan diri dengan berbagai list. Wah, Juni tahun lalu kegiatanku banyak banget, udah kaya pengacara alias pengangguran banyak acara. Maklum baru resign, jadi pengennya punya waktu bebas yang sebebas itu haha.

Selain list liburan, aku juga ada list kegiatan buat cari kerjaan baru, bikin usaha, mau ngelakuin ini-itu yang kira-kira bisa nggak ya bikin aku kerja dari rumah. Setelah ngelakuin banyak hal, akhirnya qadarullah aku dipertemukan dengan sebuah lowongan freelance menulis dari rumah. Meskipun gajinya nggak seberapa setidaknya itu kerjaan yang aku suka dan nggak perlu ke kantor atau ketemu orang.

Sedikit info, aku ada sedikit masalah sama badanku, di mana aku selalu takut dan panik kalau harus berhadapan dengan orang baru atau orang lain. Sulit dijelaskan intinya, aku saat itu nggak berani nyari kerjaan yang WFO.

Perjalanan panjang, setelah hampir satu tahun di Mei tahun ini, akhirnya aku memutuskan buat kembali mencari pekerjaan fulltime WFO. So proud for my self yang akhirnya bisa survive.

  • Kamu bukan nggak layak, tapi mungkin belum waktunya

Aku mungkin adalah sekian dari beberapa orang yang merasakan sulitnya mencari kerja. Saat mencari pekerjaan freelance atau WFH sulit, mau WFO badanku belum siap. Tapi pada akhirnya aku menyadari bahwa nggak ada orang yang nggak layak di dunia ini, tapi mungkin belum waktunya aja.

Awal-awal resign aku takut, kira-kira ada nggak ya perusahaan lain yang mau hire aku dengan kemampuanku yang terbatas ini. Setelah cari loker dari July akhirnya aku dapat lowongan kerja di September. Lalu aku begitu nyaman dengan kerjaan itu, meskipun gajinya mungkin belum stabil kaya sebelumnya, tapi aku enjoy. Aku suka kerjaannya dan aku suka lingkungannya, karena aku di rumah.

Lalu, ketika akhirnya memutuskan untuk WFO, tubuhku sembuh dengan sedikit paksaan karena tabunganku yang menipis. Setiap hari ngirim loker sampai berpikir, ada nggak ya yang mau terima aku, beberapa kali ikut interview, bahkan sampai test juga.  Belum ada juga yang nyangkut, terus afirmasi positif, ada kok jalannya, kasih pikiran positif ke diri sendiri, biar nggak berlarut dalam jurang keputus asaan.

Qadarullah, Allah kasih jalannya. Aku bisa kembali bekerja fulltime dan melewati masa pencarian itu dengan ngabisin uang tabungannya. MasyaAllah, Mega di Mei tahun lalu mana tahu kalau dia bisa survive di perjalanannya kali ini.

Intinya, kita cuma belum ketemu perusahaan yang butuh kita aja. Lagipula, kalau kita masih hidup di dunia, bukankah rezeki kita memang masih ada?

Bukan mau nyepeleiin orang-orang yang kesusahan nyari kerja. Tapi, aku percaya Rezeki bisa datang dari mana aja. Entah itu datang dari keluarga, dari teman, atau bahkan dari kita sendiri melalui pekerjaan yang kita lakukan.

Nggak selalu harus dari kerjaan kita sendiri. Nggak apa-apa kalau masih perlu uluran tangan orang tua, atau saudara buat ulurin rezeki itu.

Buat yang udah resign tanpa backup plan, terus yakin kalau akan ada waktunya, kalian cuma disuruh nunggu, mungkin sebentar lagi, tapi insyaAllah ada, rezeki kita nggak ketuker dan akan selalu ada selama kita masih di dunia.

-26Ags25



One response to “Resign Tanpa Backup Plan, Apa Aja Sih Persiapannya?”

  1. […] Baca juga: Resign Tanpa Backup Plan, Apa Aja Sih Persiapannya? […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca