Bulan April bukan cuma bulan Syawal, tetapi juga bulan nikahan. Undangan datang hampir setiap Minggu, kalau nggak Sabtu ya Minggu. Salah satunya nikahan teman dekatku sejak kuliah, Kar.
Kalau kalian ikutin ceritaku jaman kuliah atau perjalanan yang aku tulis di sini, kalian pasti tau tentang Kar ini. Namanya beberapa kali sempat termention, bahkan beberapa bulan lalu masih di sebut di salah satu tulisanku.
Baca juga: HUT Barengan!
Nah, April ini, karena Kar nikah, mau tidak mau, suka nggak suka, aku harus kembali ke Pulau Seribu, alias Pulau Harapan.
Dulu banget, di tulisanku tentang perjalanan ke Pulau Harapan, aku dan Nana, teman dekatku yang lain, mengalami trauma yang cukup serius sampai setiap diajak main ke sana selalu cari-cari alasan. Agak lebay, tapi ya memang begitu.
Namun, karena kali ini datang dengan pengalaman yang nggak enak itu, yang kemarin itu tentu jadi pelajaran, sampai akhirnya bisa pulang-pergi tanpa mabok. Tepuk tangannn!!
Tentunya berkat Antimo yang kita teguk jadi selama perjalanan tidur, hahaha.
Eits, tulisan ini bukan mau ceritain tentang perjalanan ke sana. Tapi tentang Kar dan nikahannya. Di geng kami, Kar jadi orang pertama yang pecah telor melangsungkan pernikahan. Btw, kami berenam.
Aku pertama kali berkenalan pertama kali dengan Kar itu pas hari pertama kuliah. Kita istirahat bareng sama Rev dan Nau di student center. Dari situ akhirnya, asrama Kar, dulu dia masih asrama, kadang jadi tempat singgah untuk nunggu kelas atau keperluan lain yang isinya “nunggu” haha.
Baca juga: Hujan Sore itu di Kebon Raya Bogor
Hari pernikahannya jatuh di Hari Kamis, dan aku berangkat ke sana H-1, Rabu, dan balik H+2, Sabtu, 4 hari tiga malam yang cukup puas. Meskipun judulnya kondangan, tapi di sana seperti liburan karena banyak jajannya, banyak mainnya, dan pastinya seru banget bisa muterin Pulau Harapan pas arak-arakan pengantin haha.
Arak-arakan itu untukku jadi hal baru untuk aku ikuti karena selama kondangan di sini nggak pernah ada, jadi cukup seru meskipun pas arak-arakan abis akad aku harusnya nggak usah pakai wedges. Kalau itungan jam tanganku, hari itu aku jalan sebanyak sembilan ribu langkah, hampir 7 km, haha .
Selain itu, ngomongin pulau, nggak jauh dari ikan. Betul sekaliii, kondangan kali ini menunya ikan. Ada ayam sih, tapi kayanya yang terhighlight ikan, apalagi ikan pas malem itu, ikan megalodon, gede bangett wehhh hahaha. Kaget banget, tapi sayang pas itu kita abis makan jadi nggak bisa mencicipi ikan segede itu.
Sudah kali ya, haha. So, ini ada beberapa foto waktu kami kondangan.








Jadiii guys, abis ini siapa nih? hahaha
—
-4Mei2025


Tinggalkan Balasan