Bulan Suci Ramadhan identik dengan berbenah. Entah memperbaiki amalan, hingga beberes rumah. Nggak cuma di awal puasa, di akhir puasa, atau menjelang lebaran, semua berbenah.
Terkadang berbenah bisa menjadi kegiatan paling menyenangkan, tapi juga jadi hal yang bisa tertekan. Iya, selayaknya kerjaan, beres-beres rumah jadi hal yang kadang bikin males nggak sih?
Konteksnya di sini bisa jadi kerjaan harian atau bahkan kerjaan rumah yang biasa dikerjain tiap berapa bulan sekali. Kalau dari VT tiktok yang sempat lewat “bersihin plafon, kaya nanti pas lebaran tamu pada duduk di atas rumah aja” hahaha
Lucu sih, ternyata kegiatan beres-beres rumah menjelang lebaran juga dilakuin banyak orang di rumahnya. Semua digebek biar kinclong pas lebaran. Itu kalau kerjaan bulanan, gimana kalau yang terjadi di sini adalah kerjaan harian yang menumpuk dan terjadi berbulan-bulan?
Di satu sisi, ada orang-orang yang ketika stres akan jadi orang paling rajin, tapi ada juga yang jadi orang paling males. Nah, di sini aku bakal memposisikan sebagai orang yang males.
Dilansir dari lama ibunda.id, depresi sering kali terlihat seperti orang yang malas. Ya, wajar saja karena mereka umumnya nggak mau mandi, nggak bisa bekerja, nggak mau makan, bahkan nggak mampu merawat dirinya sendiri. Aku mau cerita sedikit pengalamanku.
Setahun belakangan ini, meskipun tampak biasa aja, mungkin banyak orang yang nggak sadar, nyatanya ada ‘tanda’ ini dihidupku. Aku jadi malas beresin kamar, sampai nggak kasih izin teman-temanku main ke rumah, aku malas skincare malam, yang efeknya masih ada sampai sekarang, dan beberapa kemalasan lainnya.
Aku baru sadar setelah beberapa hari menjelang puasa untuk beresin kamar. Aku keluarin semua barang yang nggak perlu, aku pindahin barang ke tempatnya, aku buang barang yang udah nggak kepake, dan bersihin debu yang rasanya sudah berbulan-bulan nggak aku bersihin.
Kalau mau dibilang jorok, silahkan, karena buatku ini nggak sejorok itu. Cuma berantakan aja kamarnya, dan kalau ada yang tanya, kok bisa ya gue nyaman di sana? Jawabannya sesimpel, malas ngapa-ngapain, nggak ada waktu, padahal bukan nggak ada tapi ya pengennya masuk kamar langsung rebahan.
Kondisi ini nggak aku ‘sembuhin’ lama bukan karena nggak mau tapi lebih kaya, aku belum butuh, rasanya. Jadi didiamkan yang jadinya kok hampir nyaman. Tapi entah digerakkan oleh apa, akhirnya akhir bulan lalu aku berbenah.
Nggak cuma bersihin kamar, tapi juga berbenah diri. Mulai rajin lagi skincare malamnya, mulai lagi sayang sama diri sendiri. Karena kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?
So, semoga ‘sakitnya’ tahun lalu selesai tahun ini. Masih proses bebenah sampai sekarang, terutama tentang diri sendiri. Bismillah.
Baca juga: Oktober Punya Cerita
—
-22Maret2025

Tinggalkan Balasan