Baduy dan Cerita di Dalamnya (2)

Setelah selesai di hari Sabtu, dan tidur dengan suasana sunyi dan penerangan seadanya, kita melanjutkan perjalanan di hari Minggu pagi. Ini dia cerita yang cukup membekasnya haha

Baca juga: Baduy dan Cerita di Dalamnya (1)

Tracking pulang yang melelahkan dengan diguyur hujan dan track yang sulit

Paginya, meskipun awalnya nggak berniat mandi karena mandi di sungai (?) agak takut gitu, akhinya aku dan temanku memutuskan untuk mandi di jam 5 pagi. Masih gelap-gelapan kita ke sungai mandi.

Makan pagi masih dengan lauk yang sama dan enak bangett, apalagi makan nasi sama sayur asemnya di mangkok terus banjir, huhu, sedep bangett. Kita mulai tracking balik jam 8.00 dengan perkiraan sampai jam 2.00 siang. Panjang banget? Sumpah, agak panik dikit, tapi tetap percaya diri, awalnya. Hahaha

Ternyata selain panjang, kita juga bertarung dengan cuaca hujan yang di tengah perjalanan. Tanah kuning yang licin kaya jadi hal yang perlu diwaspadai kalau nggak mau jatuh. Tapi ya namanya musibah ada aja, beberapa orang dirombongan kita jatuh kepeleset. Belum lagi medannya yang lebih berat naik-turun bukit yang cukup curam dan tajam.

Baca juga: Berkunjung ke Foreword Library, Perpustakaan yang Nyaman dan Gratis di Jakarta

Bahkan ada waktu di mana aku frustasi kek, mau nyerah aja rasanya, istirahat bentar nggak berasa tapi harus tetap jalan biar sampai. Meskipun sempat mau nyerah, bahkan dinotice bapak-bapak katanya mau pingsan di salah satu kampung, akhir sampai juga di Terminal Ciboleger. Rasanya mau nangis pas nginjekin kaki di terminal, kek yaAllah akhirnya sampai.

Ya meskipun pas lagi frustasi sempet mikir, ini aku lagi ngapain sih, tapi ya sudah terjadi dan tinggal dikit lagi pulang jadi yaudah sambil yaAllah berkali-kali akhirnya bisa melewatinya, pelan-pelan, bahkan aku jadi yang kedua terakhir yang sampai di terminal haha.

Sebuah pengalaman di usia ini buat ngerasain semi-semi tracking gunung yang masyaAllah banget, takut banget kalau disuruh lagi, hahaha, tapi jadi pengalaman yang bakal selalu teringat. Terima kasih buat temanku si Nau yang sudah mengajak ke sini, dan bikin ada pengalaman tak terlupakan di awal tahun ini.

Perjalanan ini bikin aku mikir, kalau semua hal nggak perlu direkam atau diabadikan, kaya, cukup dirasakan terus kamu bakal mengingat itu dalam ingatanmu hingga dibawa pulang. Gimana rasanya mandi di sungai pagi-pagi gelap, tidur di rumah orang Baduy, ngobrol bareng sama aceng yang punya rumah, minum di gelas bambu, suasana Baduy Dalam yang asri tapi juga tenang pas malam hari, suasana gelap gulita pas malem karena nggak ada listrik.

Baca juga: Trip to Solo — Dari Belajar Hingga Bermain. Seru!!

Tapi, karena ingatanku agak cepet lupa, jadi, biarkan aku rekam perjalanan ini lewat sebuah tulisan di blog ini. Izinkan aku menyimpan memori ingatan ini lewat satu postingan yang bisa aku baca ulang ketika kangen nanti.

Untuk menutup, tulisan ini, izinkan aku berbagi beberapa foto yang diambil oleh kakak-kakak tour guide Jalur Travel di perjalanan pulang ini. Buat yang mau ikut trip baduy bisa langsung cek website Jalur Travel atau ke instagramnya jalurtravel.id ya 😊

Baca juga: Trip to Bandung – Nyobain Naik Kereta Lokal ke Bandung Cuma 20-ribuan!

14Jan2025



3 responses to “Baduy dan Cerita di Dalamnya (2)”

  1. […] Baca juga: Baduy dan Cerita di Dalamnya (2) […]

  2. kereeeen mbaaaa 👍👍👍👍 memang akan jadi pengalaman yg susah dilupakan yaaa.

    sebenernya dari segi jarak KM itu ga jauh, tapi mungkin krn medan yg naik turun, jalanan ga bagus, yg bikin jadi berkali lipat lebih lama yaaa. Kebayang sih capeknya itu. Salut juga dengan orang asli sana yg bahkan ga pakai sepatu.

    1. iya mereka kaya udah terlatih juga dari kecil. mungkin karena gk ada pendidikan resmi, jd ya pelajarannya lebih ke kehidupan sehari-hari aja.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca