Kembali pada cerita tentang perjalanan pertama kali! Kali ini gue melakukan perjalanan dan liburan untuk pertama kalinya ke Jogja, si kota pendidikan. Setelah sekian lama cuma jadi keinginan akhirnya dapet terealisasikan tanggal 1-3 Juni kemarin. Perjalanan pertama kali ini ditemani seorang adik sebut saja namanya Az. Kami memutuskan liburan ke Jogja sejak awal tahun. Dari ke Jogja, ganti ke Bandung karena liat berita nggak enak, sampai akhirnya berani dan mutusin buat tetap berangkat ke Jogja. Ini dia rangkuman perjalanan dan biaya yang kami keluarkan selama di Jogja. Semoga nggak ada terlewat yah haha.
Karena di sini posisi gue yang lebih tua, sudah jelas gue yang akan atur perjalanan ini. Seperti yang gue bilang, perjalanan ini tuh sudah direncanakan dari awal tahun bahkan kayanya akhir tahun. Cari-cari waktu libur sekalian mencari penginapan dan membandingkan satu dengan yang lain. Dari yang awal mau ke beberapa daerah, seperti Magelang, Bantul, sampai diputuskan kita akan explore daerah Prambanan dan pusat kota saja.
Tanggal 1 Mei gue mulai war tiket kereta biar dapet kereta ekonomi Bengawan yang paling murah. Beneran war, karena gue beli tiket online jam 12 malem. Setelah dapet tiket berangkat, paginya gue langsung booking penginapan di dua tempat. Penginapan selesai, tiket berangkat selesai, lusa baru war tiket untuk pulang. H-30, semua sudah selesai dipesan.
Tinggal sewa motor yang akan dipakai untuk akomodasi selama di sana. Kami memilih motor karena lebih mudah dan nggak perlu ribet harus pesen online mulu setiap kali mau jalan. So, h-10 gue mulai cari tukang sewa motor. Dari mulai nyari di Instagram yang hampir rata semua seharga tiga ratus tibu, sampai akhirnya dapet murah dari temen renchin yang kuliah di sana. Awalnya dikabarin sekitar 60 ribu, tapi akhirnya kami dapat harga sewa motor sehari Rp. 90.000 karena terhitung sebagai hari libur panjang. Semua selesai dan siap berangkat.
Baca juga: Trip to Bandung – Nyobain Naik Kereta Lokal ke Bandung Cuma 20-ribuan!
Hari Pertama: Perjalanan menuju Klaten dan keseruan di Ratu Boko, Candi Ijo, dan menikmati malam di Tebing Breksi
Berangkat pagi sekitar jam 6 kami sudah jalan jam 4 dari rumah biar bisa sampai sana sebelum azan. Perjalanan dimulai huaaa. so excited! Meskipun mendekati waktu sampai agak deg-degan karena selain pertama kali ke Jogja, juga pertama kali nyewa dan jalan-jalan ngendarain motor sendiri. Perjalanan di kereta yang cukup melelahkan dan panjang kurang lebih sembilan jam. Jam setengah tiga kami sudah sampai di Stasiun Lempuyangan. Setelah buang hajat yang tertunda, kami ambil motor nggak jauh dari stasiun. Mengisi bensin motor, langsung melanjutkan perjalanan berbekal maps ke arah Prambanan.
Perjalanan cukup panjang. Meskipun nggak ketemu sama macet, tapi hari itu jalanan ramai dan nggak jarang kami ketemu truk besar yang juga melewati jalan raya Solo-Prambanan itu. Saat itu aku yang membawa motor dan karena mengejar waktu ke Ratu Boko sebelum tutup, akhirnya aku menarik gas yang kencang haha. Seperti jalan di jalan raya Parung-Ciputat, tentu dengan suasana yang beda.
Setengah empat kami telah sampai di penginapan, Herman Homestay Prambanan. Setelah bertemu pemiliknya Pak Herman kami langsung sholat asar. Btw, ngomongin penginapan di sini, kami menyewa sebuah rumah, literally sebuah rumah dengan satu kamar yang luasnya seperti garasi dengan dua kasur queen bed. Awalnya gue mengira ini bakal sharing, ternyata nggak, dan ya emang untuk dua orang yang menginap ini kebesaran. Bahkan Pak Herman kaget waktu liat kami datang berdua saja. Harga permalam untuk mengingap Rp. 300.000 sudah bebas menggunakan alat di dapur dan tentu karena ini rumah jadi tidak ada jam malam haha.
Nggak pake istirahat karena waktu redeem tiket online yang telah kami beli jam 4.30 di Ratu Boko. Gue inget banget, dari penginapan jam 4.10 dan gue nyuruh adek gue ngebut, untungnya penginapan nggak terlalu jauh jadi sebelum tutup kita sudah sampai. Setelah parkir dan masuk ke dalam ternyata masih ramai meskipun sudah sore hari. Matahari terik dan membuat gue semakin semangat untuk mengejar sunset hari itu. Foto-foto, keliling, dan selesai sekitar jm 5 sore.
Ini dia foto-foto selama di Keraton Ratu Boko!






Setelah itu, kami menyalakan maps lalu melanjutkan perjalanan ke Candi Ijo. Karena ingin mengejar sunset, tentu jalanan yang akan kami lewati akan semakin menanjak. Candi Ijo berlokasi lebih jauh dari Tebing Breksi, jadi kalau ke Candi Ijo ya kami pasti melewati tebing ini. Makin naik makin berasa serem dan makin dingin, sore hari pula. Sesampainya di sana, kami langsung beli tiket dan masuk. TMI, setelah keluar dari Ratu Boko, itu langsung berawan. Matahari sudah tak terlihat tertutup awan. Bahkan kami sempat menduga akan turun hujan. Sesampainya di Candi Ijo masih ramai dan yam akin dingin karena angin sore yang kencang. Belum lagi memang seperti mau hujan karena matahari tidak terlihat. Gagal liat sunset di Jogja 🙁
Tapi tentu tidak ketinggalan foto-foto di Candi Ijo. Ini fotonya!




Karena akan tutup jam 6 sore, akhirnya kami langsung balik setelah Azan Magrib dan mencari Masjid dan tempat makan, karena ya dari sampai kami belum mengisi perut. Nah, karena sebelumnya gue udah sempat cari rekomendasi makanan dekat sana, akhirnya kami makan di tempat makan sejenis café yang langsung menghadap ke Tebing Breksi. It’s sooo good! Harga makanannya standar dan tentunya tidak mengecewakan. Angin malam menemani kami menikmati musik yang dinyalakan dari Tebing Breksi sambil menunggu pesanan kami datang.
Ini dia beberapa foto aja, soalnya sudah terlalu malem dan ya agak mendung memang.



Setelah menikmati dan menghabiskan makanan kami yang tidak habis wkwk, jadi kami memesan mendoan bakar, dan karena porsinya yang agak besar, jadi kami bawa balik ke penginapan. Nah, selanjutnya, di sinilah keseruan dan deg-degan yang sesungguhnya wkwkwk. Pengalaman pertama ke Jogja langsung naik motor turun dari Tebing Breksi ke arah Prambanan. Turunan yang sepi dan gelap, selama turun kami berdoa sambil melihat maps agar tidak salah arah karena sepiiii dan gelapp banget, salah-salah malah nyusruk tar. Nggak ada dokumentasi saking nggak beraninya dan sambil mikir, ini jam 7 malem orang udah pada masuk kamar terus lampu dimatiin apa gimana. Soalnya selain nggak ada penerangan dari jalan dari rumah warga juga gelap dan sepi.
Sesampainya di penginapan kami langsung sholat, beberes, dan mandi. Awalnya setelah selesai kami mencari jajanan, tapi sayangnya karena kawasan pinggir rel dan sepi juga akhirnya kami balik lalu memesan online instan ramen, kek emang kalo lagi jalan-jalannya makan mie. Jam 10 kayanya kita makan ramen di penginapan. Kalau dipikir, kok ya gak kenyang apalagi abis makan wkwk. Mari kita tidur dan istirahat karena hari ini cukup melelahkan.
Baca juga: Trip to Solo — Dari Belajar Hingga Bermain. Seru!!
Hari Kedua: Jalan Kaki ke Prambanan, Naik ke Candi dan Perjalanan ke Pusat Kota Jogja
Pagi pertama di kota Jogja kami nikmati dengan santai dan tenang. Membuat teh merek yang nggak ada namanya-tapi ternyata pas kami cari tahu namanya Dandang- kami memulai pagi pertama sebelum berangkat ke wisata selanjutnya. Dengan beberapa kali suara kereta yang menghampiri karena penginapan kami persis berhadapan dengan rel kereta. Pagi ini, tujuan kami adalah pergi ke Prambanan. Berbekal maps kembali dan saran dari Pak Herman enaknya ke Prambanan pagi, akhirnya kami jalan pagi jam 6 ke Prambanan. Perjalanan yang adem, suara ramai dari pasar, kami jalan kaki melewat rel, melewati Pasar Prambanan, nyebrang jalan raya Solo-Prambanan sekitar setengah jam kami sampai. Lumayan membakar kalori abis makan mie semalem hahaha.
Tapi emang benar sih, ke sini tuh enaknya pas masih sepi dan pagi gini. Udara masih bagus, spot foto masih sepi jadi bebas. Seru banget bisa bebas foto dan masuk ke candinya. Padahal sebelum milih Prambanan dapat info nggak bisa sampai atas, ternyata pas kami ke sana bisa. Kami naik ke candi yang paling tinggi. Muterin area candi, bacain nama candi satu-satu sampai kami puas. Ini dia foto-fotonya!









Setelah selesai dan merasa perut keroncongan karena belum makan, kami balik sekitar jm 8, pas banget bis-bis gede baru pada masuk. Hihi mereka datang kami balik. Tak lupa kami membeli tas buat oleh-oleh dan makan pecel di dekat pintu keluar Prambanan. Selanjutnya kami balik, masih jalan kaki dan sesampainya di penginapan kami bersiap untuk check out lalu melanjutkan perjalanan ke pusat kota Jogja. Gimana perjalanan di Prambanan ini? Seru nggak? Seru??Masih penasaran lanjutan ceritanya gimana? Atau penasaran berapa biaya itenary kali ini? Yuk langsung ke part 2 yaa!! Haha
Selangkapnya di: Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih?
—
–9Juli2023


Tinggalkan Balasan