Trip to Bandung — Backpacker Seru di Pusat Kota Bandung

Selamat siang šŸ™‚

Hari ini gue bakal cerita tentang perjalanan gue ke Bandung beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 29-30 Agustus 2017 šŸ™‚

Sekitar jam tujuh pagi, gue udah berangkat dari halte busway Pos Pengumben ke halte busway Pondok Pinang buat naik busway jurusan Lebak Bulus-Senen. Kenapa gue gak naik di Lebak Bulus? Karena gue mau ketemu temen gue yang ikut ke Bandung dan janjian di halte itu. Dia kebetulan dari Ciputat, dari asrama dia di deket kampus. Gue sampe di Pondok Pinang sekitar jam delapan kurang, lalu nunggu dia lama banget sampai sekitar jam setengah sembilan. Selama nunggu, udah ada sekali yang jurusan Senen lewat dan itu penuh banget. Setelah dia sampai, barulah nunggu yang ke Senen.

Singkatnya, sekitar jam sepuluh kita sudah sampai di Stasiun Gambir. Sampai sana, kami, langsung cetak boarding pass di CTM (Cetak Tiket Mandiri). Setelah cetak, karena temen gue alias si Karmilah belum makan, kita nyari tempat buat nunggu sekalian dia makan. Selagi dia makan gue beli beberapa snack dan minum buat di kereta nanti di salah satu minimarket di area tunggu stasiun itu. Jadwal berangkat jam 12.35 dan masih lama banget. Sekitar 10.30, kita masuk ke area stasiun. Setelah pemeriksaan tiket, kita ke kamar mandi lalu ke musola buat nunggu adzan Zuhur dan solat sebelum berangkat. Karena gue kebetulan lagi gak solat jadi gue hanya menunggu Karmilah solat.

Setelah selesai Solat, kira-kira jam 12.20 kita naik ke atas, karena peron kereta berada di atas stasiun, dan di sana sudah ada kereta Argo Parahyangan. Setelah menaiki tangga eskalator, kita disambut oleh seorang perempuan dengan baju seragam berwarna biru. Setelah melihat boarding pass kita, si perempuan itu menunjukkan gerbong kereta, eksekutif dua. Masuk ke eksekutif dua itu bingung nyari nomer kursinya. Maklum kami berdua sama-sama baru pertama kali naik kereta di luar JABODETABEK. Sempet duduk di kursi yang pertama akhirnya Karmilah liat nomernya ada dibagian atas jendela kereta. Ternyata salah kursi. Barulah kita mencari kursi yang sesuai di tiket dan kita mulai siap-siap buat duduk. Naikin tas di bagasi atas, ngeluarin barang yang kira-kira dibutuhin dan tentunya makanan yang tadi dibeli, kita keluarkan..

Selama perjalanan kita ngobrol dan dengerin musik. Selama perjalanan, dari awalnya jalannya cepet banget, sampai akhirnya pelan-pelan karena melewati jurang yang serem banget. Sebelumnya kereta juga berhenti di beberapa stasiun, seperti di Bekasi dan Purwakarta. Selama di kereta seru banget. Di deket kursi kita ada keluarga yang pergi berlibur dan punya anak banyak. Masih kecil-kecil. Pemandangan di luar kereta kala memasuki bandung keren banget. Samping kanan maupun kiri tak lepas dari hamparan hijau yang menyejukkan. Belum lagi ada tebing-tebing di beberapa tempat yang kita lewati. Oh ya. Jangan lupa jurang-jurang yang bikin deg-degan.

Sampai di Bandung jam empat sore dan disambut dengan turunnya hujan. Kaya apa ya disambut gitu. Padahal beberapa hari sebelum jalan, Jakarta panas banget eh pas injek kaki di Bandung langsung dikasih hujan. Setelah foto-foto di depan stasiun kita langsung cari penginapan yang sebelumnya udah kita pesan lewat salah satu aplikasi.

IMG_20170829_164252

Setelah sampai di penginapan yang berada di daerah pasar baru, akhirnya kita putusin untuk istirahat dan baru keliling nanti malam. Selepas magrib, bersih-bersih, dan ganti baju akhirnya kita berangkat ke Alun-Alun Bandung. Naik angkot sekali dan sampai alun-alun tepat ketika Adzan Isya. Menemani Karmilah solat dulu di Masjid Agung Bandung, baru akhirnya foto-foto di Alun-Alun.

Sayang banget abis hujan, jadi area alun-alun yang ditumbuhi rumput itu basah dan gak bisa diduduki. Setelah itu kita keluar, ke jalan Asia Afrika. Kita juga foto-foto di tempat yang terkenal karena ada quotes dari salah satu buku fenomenal karangan Pidi Baiq. Gue bahagia banget malam itu. Setelah itu sekitar setengah sembilan kita balik lagi ke penginapan dengan jalan kaki.

Dari situ akhirnya gue tau bandung versi malam. Entah ini emang biasa seperti itu atau emang pas gue lagi kesana aja suasananya begitu. Gue jalan lumayan jauh dari alun-alun ke penginapan di daerah pasar baru. Dan selama perjalanan itu, gue melewati banyak gang yang gue pikir gelap banget.

Pencahayaan gak ada, baik dari toko-toko yang ada di dalam gang itu atau pencahayan dari rumah-rumah. Gelap. Di jalan utama masih ada cahaya yang dari lampu jalanan dan di tambah cahaya dari mobil dan motor yang lalu lalang. Tapi tetep aja pinggir jalannya sepi kaya gak ada kehidupan walaupun banyak mobil dan motor lalu lalang. Padahal itu masih jam 9 malam, yang kalau di Jakarta aja masih rame. Sebelum balik ke penginapan kita sempet beli makan dan minum.

Paginya, setelah bangun dan mandi, selagi Karmilah mandi, gue mencari sarapan buat berdua dengan menyusuri jalan menuju ke pasar baru. Tapi setelah jalan lumayan jauh, gue gak nemuin tukang bubur atau nasi, cuma ketemu satu tukang penjual gorengan. Gue malah ketemu sama makanan namanya Kupat Tahu.

Awalnya gue pikir itu makanan sejenis ketupan pake kuah santen yang isinya tahu. Eh setelah liat pembuatan, saat si penjual buatin pesenan gue, akhirnya gue tahu, Kupat Tahu itu sejenis ketoprak kalo di Jakarta. Isinya ketupat/lontong, tahu goreng, toge rebus dan ditaburin sama bumbu kacang. Persis ketoprak cuma kurang bihun aja. Balik ke penginapan, gue mampir sebentar ke tempat penjual gorengan buat beli beberapa gorengan..

Setelah makan pagi dan semua beres alias packing dan juga check out, kita pun berniat buat ke jalan Braga. Naik angkot dan akhirnya nyusurin jalan Braga dengan arsitekturnya yang mirip Eropa. Berasa lagi di Jerman gue šŸ˜€

Setelah dari Braga, sekitar jam 10.00 kita sudah sampai di Stasiun Bandung. Setelah cetak tiket, kita nunggu di ruang tunggu, sampai dibolehkannya masuk, sekitar jam 11.00, karena kita berangkat jam 11.35 dari Stasiun Bandung.

Lalu, kita duduk di kursi tunggu dan beli makan dan minum di mini market dekat ruang tunggu itu. Jam 11.00, kita masuk ke area peron kereta. Sebelum masuk ke gerbong kereta kita foto-foto dulu sebentar baru masuk.

Gue sedih. Serius. Karmilah yang di samping gue lagi tidur, mungkin ngiranya gue lagi tidur padahal gue lagi sedih. Sumpah pengen nangis. Gak mau pulang rasanya. Mau jelajah Bandung lagi. Mau kesini-kesitu. Tapi… semoga aja gue bisa balik lagi. Dan emang harus balik lagi.

Setelah berhenti dibeberapa stasiun, akhirnya kita sampai di Gambir. Setelah sampai, gue langsung nemenin Karmilah Solat Zuhur dan Asar karena waktunya yang sudah masuk pukul 15.00. Setelah itu, kita mutusin buat makan dulu sebelum pulang. Setelahnya, gue pisah sama Karmilah. Karmilah pulang naik Busway, gue pulang naik ojek.

Jadi, itulah cerita gue selama dua hari di Bandung. Sampai sekarang gue masih gak percaya bisa ke Bandung. Bisa melakukan perjalanan walaupun cuma dua hari. Masih kurang dan harus banget balik lagi kesana.

Bandung. Semoga kita berjodoh ya. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu. Love you Bandung <3

IMG_20170829_200341

– 3September2017



One response to “Trip to Bandung — Backpacker Seru di Pusat Kota Bandung”

  1. […] Baca juga: Trip to Bandung — Backpacker Seru di Pusat KotaĀ Bandung […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca