Proses ini seperti Mengurai Benang Kusut

Aku tak tau pasti apa yang benar dan salah. Mencoba mungkin jadi satu-satunya cara yang aku lakukan untuk tau apa ini sudah benar atau belum. Daripada hanya diam dan berpikir tanpa melakukan apapun. Walaupun setiap orang punya jalan takdir yang berbeda kan, Ga?

Seperti aku yang diberi kemudahan ketika melanjutkan pendidikan, mungkin tingkat akhir ini akan jadi salah satu ujian untukku yang pernah mendapatkan keistimewaan diawal.

Atau seorang teman yang diberi kesusahan diawal namun diberi kemudahan diakhir. Semua punya jalan masing-masing kan, Ga?

Seharusnya, layaknya mencoba, gagal sekali atau dua kali itu tidak masalah. Namun, tetap saja gagal dan ditolak bukan hal mudah untuk diterima. Dalam hitungan sebulan sepertinya sudah dua kali nangis untuk hal ini. Cengeng kamu, Ga!

Semua pertanyaan, kekesalan, dan ucapan penghibur teruntuk diri sendiri muncul setiap proses jatuh ini.

Mau nyerah? Baru sebulan lho! Ini belum ada apa-apanya tau! Mana yang katanya mau buru-buru sempro? Masih yakin kan? Nggak apa-apa salah, Ga. Itu berarti lu udah coba. Lu udah mulai. Masa lu kesel sama apa yang udah lu lakuin, sama waktu yang lu udah sisihkan buat nulis proposal. Ingatkan, nggak ada yang sia-sia kok. Percaya aja akan ada hasil yang lu inginkan nanti. Asal lu nggak berenti nggak. Yuk lanjutin aja. Yuk revisi aja salahnya di mana. Jangan putus pokoknyaa! Pelan-pelan yuk, Ga!

Semua akan indah pada waktunya kan?

-2Mar2020



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca