Halohaa… balik lagi dan masih di bulan yang sama 😀
Sejujurnya, kalau diperhatiin bulan ini banyak juga ya nulisnya. Bener-bener keliatan gabut alias nggak ada kerjaan 😀
Tulisan ini sebenarnya sudah diniatkan sejak awal Februari setelah melakukan tantangan dan percobaan ini. Tapi, saat itu, kalau nggak salah ingat, lagi fokus-fokusnya ngerjain proposal skripsi yang ternyata gagal :””)
Saat kemarin karantina sepertinya aku juga lupa dengan niat itu karena nggak ditulis juga di Google Keep atau stickynote. Hilang gitu aja idenya.
So, buat yang mau tau gimana ceritanya bisa baca sampai akhir 😀
Nah, semalem pas lagi curhat masalah perstuckan sama salah satu teman, sampai akhirnya jadi menjurus ke menantang diri sendiri. Si teman ini, yang bernama Garis, menyebut kata nonton sendiri. Langsung deh tuh bohlam di atas kepala nyala 😀
Langsung inget dong pernah ke mall sendiri, nonton sendiri, makan siang sendiri sampai akhirnya ke gramedia sendiri. Iya itu terjadi dalam waktu sehari. Sebenarnya kalau ke mall sendiri kayanya pernah, kalau nggak salah pas waktu disuruh nyari kucai pas mau lebaran buat bahan tambahan makan ketupat laksa. Kalau makan di mall sendiri pernah nggak pernah. Maksudnya pernah sendiri tapi waktu itu lagi nunggu teman jadi sendiri, ya pas temannya datang jadi berdua. Nah, yang bener-bener baru itu yaitu nonton sendiri.
Keinginan itu tercetus pas lagi jenuh-jenuhnya sama magang 😀 selama magang hampir tiga bulan setengah dan nggak ke mana-mana tuh bikin pikiran mau jalan-jalan mulu. Mau ke sana-mau ke situ, mau ke bandung walaupun cuma dua hari, mau ke dufan, mau ke transworld, mau ke transnow, mau ke pantai, mau nginep yang tiduran doang nggak ngapa-ngapain, sampai akhirnya tercetus ide nonton sendiri. Lupa sih ini saran siapa, apa ideku sendiri 😀
Kebetulan pas awal tahun itu lagi hypenya film NKCTHI dan ada salah satu wartawan di tempat magang yang cerita gitu gimana bagusnya itu film. Sempet diskusi sih sama teman tentang film ini. Yang awalnya mau nonton berdua nggak jadi karena pas itu belum gajian dan dianya juga hilang feel buat nonton 😀
Nah pas akhir January tuh entah kenapa perasaan tuh kepo banget mau nonton film itu. Pengen tahu sebagus apa, atau malah biasa aja menurutku. Pas udah limit mau cabut dari bioskop akhirnya aku putuskan untuk nonton itu sendiri. Itupun film yang ku tonton NKCTHI versi director cut.
Finally, hari Sabtu, tanggal 1 Februari, aku ngubek-ngubek web cinema21 buat liat bioskop mana aja yang masih tayang karena ternyata nggak semua bioskop ada. Pilihannya waktu itu, Pondok Indah Mall, Citraland, sama Gandaria City. Nah karena malas buat solat di mall, aku putuskan perginya setelah zuhur, tapi mau nonton yang jam pertama 😀 . Ternyata di Pondok Indah dan Citraland waktunya mepet, dan pas itu mikir-mikir kayanya jaraknya jauh dan bisa-bisa sampai sana filmnya udah mulai.
Karena nggak mau ketinggalan satu adegan, aku putuskan untuk milih Gandaria City yang waktunya kalau nggak salah sekitar 13.30. Btw, ini juga pertama kalinya aku ke mall Gandaria City. Dulu pernah tapi nggak masuk mallnya, cuma lewat pintu doang terus langsung ke lift buat ke Sheraton Hotel pas ada liputan magang dua tahun lalu.
Nah sampai di sana, biasa dong, menerapkan istilah malu bertanya sesat di jalan aku nanya tuh ke satpam. Kalau nggak salah, ada kali tiga atau empat kali nanya satpam pas hari itu, kaya mau kemana tuh nanya 😀 . Pertanyaan pertama adalah letak XXI. Setelah dapat jawaban dan petunjuk arah aku langsung ke sana. Awal-awal berasa cepet banget jalannya karena mikir nggak enak aja jalan sendiri 😀

Setelah beli tiket dan masih ada waktu sekitar setengah jam, aku milih buat nyari makan dulu sebelum nonton. Bingung kan tuh mau makan apa. Tapi karena emang berniat buat hedon mengingat harga tiket bioskop yang nggak bisa, karena biasanya nonton di blok m –nggak tau menurut kalian ini hedon apa nggak, tapi ini udah masuk hedon versiku- dan membahagiakan diri sendiri, aku makan di Ichiban Sushi.
Pas banget juga, dipikir-pikir udah lama nggak makan di Ichiban, walaupun biasanya di Ichiban FX Sudirman. Setelah ngecek di Zomato kalau nggak salah itu ya nama aplikasinya, langsung tuh nanya satpam, biar nggak makan banyak waktu buat muter-muter nyari.
Nah, rasanya makan sendiri tuh, pertama harus mutusin mau makan apa sendiri. Biasanyakan diskusi dulu mau pesen apa, ini jadi sendiri. Mutusin mau makan apa sendiri tanpa saran teman. Kalau ke Ichiban lagi pengen Sushi biasanya ada yang bantuin makan, pesen satu untuk berdua, saat itu jadi mikir-mikir lagi karena takut nggak habis. Lumayan lama mikirnya, sampai bolak-balik menu beberapa kali sebelum mutusin buat milih menu yang mana 😀
Datanglah yang kedua, kecanggungan. Terlebih beberapa orang yang makan, paling nggak mereka datang berdua. Emang dasar akunya nggak bisa bener-bener bodo amat sampai kepikiran takut ada yang lihat 😀 mana restorannya depan pintu masuk yang dari basement 🙁 udahlah jadi keliatan lalu-lalang orang. Main handphone, ngecek twitter rada lemot, chat wa juga ikutan lama. Jadi, ya liatin orang lalu-lalang keluar masuk mall, begitu aja sampai makanan yang dipesan sampai.

Tapi kalau dipikir-pikir, beruntung juga pas itu sinyal lemot, jadi bisa nikmatin waktu sendiri liatin orang yang buru-buru masuk atau keluar, anak kecil yang lari-lari buat masuk ke mall, atau lansia yang jalan sendiri atau didorong di kursi roda sama anaknya mungkin. Kapan lagi kan kegabutan ini cuma liatin orang lalu-lalang aja di mall 😀
Keknya kepanjangan kalau aku ceritaan pas makannya karena ya makan doang sama sesekali liatin orang lalu-lalang lagi 😀 . Jadi skip aja 😉
Selesai makan itu waktu tinggal kurang lebih lima belas menit sebelum mulai filmnya. Setelah buang hajat, karena mengingat durasi film yang hampir dua jam –katanya-, aku langsung masuk ke teater yang tertera di tiket. Mencoba pelan-pelan dan nyantai seolah bodo amat mengenai pikiran orang ketika melihatku masuk sendiri, aku mulai mencari kursi sesuai yang aku pilih di tiket. Di samping kursiku sudah ada perempuan berkerudung yang kuduga masih sekolah dan datang segeng berlima melihat lima kursi diisi oleh perempuan yang lagi ngobrol pas aku datang.
Saat itu, satu ruangan tidak full. Aku nggak sempat liat ke belakang tapi perkiraanku mungkin hanya belasan orang. Yang aku ingat, hanya di belakangku itu ada orang 😀
Awal-awal film masih biasa aja walaupun disebelahku rada rese karena beberapa kali main handphone. Tapi walaupun di sampingku ada orang yang nggak aku kenal dan posisi nonton sendiri, rasanya aku merasakan bodo amat yang sesungguhnya karena sebelumnya masih rada canggung sendirian. Beneran kaya senyum-senyum bahkan dipertengahan film udah mulai nangis aja aku lakuin, nggak inget lagi di mana dan lagi sendirian.
Bahkan aku masih ingat, beberapa kali perempuan yang di sampingku nengok buat liat aku nangis atau mastiin aku nangis apa nggak, nggak tau yang mana dan nggak tau dia mikir gimana tentang aku. Tapi serius, rasanya lega banget. Udah lama tekanan batin karena kegiatan magang dan kuliah, rumah, kebosanan, akhirnya bisa nangis. Tapi bukan nangis histeris ya. Nangis yang biasa aja walaupun sesengggukan 😀
Abis film selesai, aku rapihin muka dulu. Mastiin kalau nggak ada air mata yang nempel walaupun mungkin matanya keliatan abis nangis. Mana sendiri pula keluar bioskop mata bengep 🙁
Setelah dari kamar mandi, niatnya mau langsung pulang, tapi karena pas turun di lantai berapa ya lupa, ketemu gramedia yang rame banget. Pas udah lewat mau turun, baru inget ada teman yang abis ultah dan kepikiran mau ngasih buku juga. Balik lagilah aku nyari buku yang dia mau, sekalian liat barang-barang lucu 😀
Dah sekian cerita hari itu. Btw, aku sampai rumah itu sekitar jam limaan. Jadi ada waktu hampir lima jam di mall dan sendiran 😀
So, pengalaman pertama dan berniat buat ngulang, tapi ternyata malah keadaannya kaya gini 🙁
Tapi gpp, yang penting aku beruntung, udah pernah merasakan walaupun sekali 🙂
Bagaimana denganmu? Apa yang pernah kalian lakuin sendiri dan kalian ngerasa itu special dan jadi pengalaman yang berharga? Ceritain dong 😉
—
-27Juni2020


Tinggalkan Balasan