Gini Rasanya Bagi Waktu antara Magang dan Kuliah?

            Akhirnya, aku rasakan juga bagaimana membagi waktu antara ‘kerja’ dengan kuliah.

            Mungkin itulah kalimat yang bisa menggambarkan pengalaman yang aku jalani selama kurang lebih tiga bulan. Aku memulai magang di perusahaan yang sama seperti tahun lalu. Karena sudah mengenal setahun yang lalu, aku berpikir untuk mencoba kembali di sana namun mengirim lamaran untuk media yang berbeda. Sejujurnya, saat memasukan lamaran magang aku memang berharap lebih bisa diterima di salah satu media di sana.

           Untungnya, keberuntungan berpihak padaku. Aku di terima magang di salah satu media online yang ada di perusahaan itu. Senangnya aku dapat banyak keuntungan, mulai dari jam kerja yang fleksibel, beban tulisan yang tidak terlalu berat, hingga tidak adanya liputan kelapangan yang aku pikir akan menggangu jadwal kuliah yang masih ada.

            Kalau dulu di Tabloid Nova, sekarang di Media Online Wiken. Awal-awal masih mencoba beradaptasi, menulis empat artikel tentang hewan. Bila ada jadwal kuliah, aku akan pergi ke kampus pagi-pagi. Kuliah lalu berangkat ke kantor sekitar jam 9.40an. Hal itu rutin aku jalani mulai bulan Oktober hingga Desember 2019. Selain harus membagi waktu magang dengan kuliah, aku mendapat kesempatan untuk pertama kalinya jadi Perwakilan Kelas/Ketua Kelas untuk salah satu mata kuliah, Komunikasi Internasional.

           Awalnya aku menyesal, karena aku harus berangkat pagi-pagi buat minjem proyektor setiap hari Rabu, belum lagi kalau lagi dilanda kemalasan untuk berangkat pagi. Namun, karena terbiasa itu jadi hal yang bagus. Lagi-lagi untuk menambah pengalaman dan ya… melawan kemalasan, daripada diomelin karena nggak kebagian proyektor kan?

            Lalu, awalnya aku dikontrak hanya untuk tiga bulan, tapi karena satu dua alasan, akhirnya aku perpanjang 11 hari. Di sana, aku dihadapkan pada kenyataan dunia kerja jurnalis yang nyata. Berkenalan dengan sesama teman magang yang hampir setiap hari makan bareng, Silvi yang magang di IDea dan Lubna yang magang di Hai Online.

           Aku juga kenal wartawan wiken yang ternyata perempuan semua. Mba Amel yang sudah mengoreksi beberapa tulisanku, Mba Rebi yang sempat beberapa kali diskusi mengenai proposal aku, diskusi tentang tema hewan karena Mba ini yang juga sering nulis tentang hewan, Mba Agnes yang suka Kpop, suka bikin keki karena ngomongin Suju dan juga obrolan pertama di Sabtu pertamaku magang, Mba Pipit yang cuma ketemu diawal dan diakhir masa magang karena lagi hamil, dan tentunya Mas Alfa, redaktur, yang sudah kasih kesempatan buat mengenal lebih jauh fenomena jurnalisme yang terjadi.

           Ruangan 5A Gedung Kompas Gramedia, Mba Maul IDea, Mba Gita NatGeo, Mba Eli, Mba Amel GridGames, Mas-Mas Foto&Videografer, semua pokoknya yang nggak bisa disebutkan namanya. Makasih buat berbagi udara dan ketawa selama tiga bulan ini. Sampai ketemu di lain kesempatan 🙂

-2Feb2020



One response to “Gini Rasanya Bagi Waktu antara Magang dan Kuliah?”

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca