Apakah kalian suka jalan-jalan?
Bukan jalan-jalan yang seperti muter-muter keliling komplek ya, tapi jalan-jalan mengunjungi tempat atau kota baru yang belum pernah kalian datangi. Jika ditanya gitu, Tama akan jawab sangat suka. Tama senang sekali bila bisa pergi ke tempat-tempat baru dan mengetahui keberagaman budaya di sana. Makanya, setiap tahun ia selalu berusaha untuk bisa berkunjung ke tempat baru yang tentunya juga ramah kantong anak kos sepertinya.
Tama pernah mengunjungi Yogyakarta, Bandung, dan Solo, itu semua dilakukan dengan backpacker. Selain dapat hemat diongkos, cara itu juga membuatnya bebas menentukan destinasi wisata yang ingin ia kunjungi ketimbang memakai jasa travelguide. Jadi sebelum pergi, ia bisa berselancar mencari tiket kereta murah atau tempat menginap yang murah, mencatat destinasi murah meriah dan juga yang wajib dikunjungi di setiap kota yang ingin ia datangi.
Ada satu hal lain yang menurut Tama penting. Perjalanan bukan tentang yang alam yang indah, seperti pegunungan, pantai atau wisata alam lainnya, tapi tentang kalian bisa berbaur di tempat dan budaya baru tanpa mengecilkan budaya dan kekurangan kota yang kalian kunjungi. Kalaupun kalian harus pergi ke museum, pasar tradisional, maupun monument di sana, kalian tetap menghargai itu sebagai bentuk wujud kalian mengetahui lebih jauh tentang Negara atau sejarah tempat kota kalian tuju. Ini seperti, bukan masalah alam atau hanya benda bersejarah, tapi tentang kau berada di tempat baru yang belum kalian kunjungi dan kalian kepo akan hal itu.
Awalnya, Tama berpikir jalan-jalan itu nggak bisa yang terlalu murah. Karena walaupun kita beranggapan ke Bandung dua ratus ribu cukup, mungkin ada orang lain yang bisa ke sana hanya dengan seratus ribu. Itu tergantung kalian yang mengatur keuangan. Kalaupun dalam diri kalian tak tertanam untuk berpergian kalian tidak akan sekuat itu untuk nabung. Tapi jika memang kalian ingin sekali, kalian mungkin akan sedikit menyisihkan uang saku untuk bisa berpergian di akhir tahun nanti.
Ketika mengunjungi tempat baru, buat Tama, jangan sekali mencela apa yang kalian lihat. Kalaupun menurut kalian aneh atau kurang, simpan sendiri dalam hati dan jangan dikeluarkan hingga orang sana atau orang lain dengar. Jujur, lidah lebih tajam dari pisaukan? So, hati-hati sekali dengan ucapan ketika berpergian. Kalian boleh bilang ujan mulu ya di sini, nyari tempat makan susah di sini, atau apapun itu, tapi usahakan simpan sendiri dumelan kalian. Yang namanya pergi ke tempat baru juga harus menerima segala kemungkinan yang terjadikan? Seperti ketika kalian naik gunung dan ingin sekali ke puncak tapi ternyata ada badai dan membuat kalian tidak sampai puncak, kalian ngedumel gitu? Yakali kalian kesal dengan badai. Dihantam badai besar baru tau rasa kalian hihihi.
So, berpergian itu baik ketika kalian bisa menerima budaya baru dan kekurangan di sana juga dengan baik. Berpergian bukan hanya tentang mengunjungi alam tapi bisa juga kesenangan yang kalian dapatkan saat rasa penasaran kalian terpenuhi dengan mengunjungi tempat baru yang kalian kunjungi. Yuk berpergian dan menerima 🙂
—
#Day28
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
—
-2Juni2019

Tinggalkan Balasan