Sesuai Porsi!

Tak terasa bulan Ramadhan hendak berlalu. Saat mengantar mama ke pasar pagi tadi, jalanan Jakarta mulai sepi. Namun, anehnya pasar tidak sepi, malah macet dan penuh sekali. Kalau kata mama, mungkin karena tujuan orang ya cuma ke pasar, karena kantor-kantor juga sudah libur. Di tulisanku kali ini, aku bimbang mau menulis apa. Ada dua tema, tapi sepertinya aku curhat aja deh hehe

            —

            Saat mengisi air ke dalam gelas, sebagian orang mungkin mengisi sesuai banyaknya air yang ingin ia minum. Tapi yang pasti tak lewat batas dari gelas karena nanti tumpah. Ketika mengisi bensin dan berkata full tank berarti penuh sesuai tempat bensin, bahkan tak jarang kesal ketika bensinnya luber walaupun cuma sedikit.

            Sesuatu memang harus ada takaran dan batasannya. Jangan terlalu banyak atau besar. Seperti halnya yang aku rasakan tadi pagi. Jujur, tiba-tiba kesal dan kecewa dengan sebuah berita yang datang. Mungkin buat sebagian orang itu hal yang aneh, aku juga rasa gitu, tapi ya tetap aja kesal. Alasannya ya karena terlalu berharap besar pada suatu hal.

            Takaran dan batasan seseorang memang berbeda. Satu manusia dengan manusia lain punya porsi yang beda. Apalagi untuk hal-hal yang tidak dapat dinalar, mencintai misalnya. Haha.

             Walaupun berbeda, kita harus sadari porsi yang bagus itu yang ideal. Tidak banyak dan tidak kurang. Tidak besar dan tidak sedikit. Semua ideal dan porsi yang pas rata. So, yuk sadari apa saja takaranmu 🙂

—

#Day29
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

—

-3Juni2019



One response to “Sesuai Porsi!”

  1. bingung kalo udah ditawarin kue ini itu termasuk makan ketupat. Saya nggak terlalu suka lontong atau ketupat kecuali memang adanya itu. seneng malahan ketemu nasi di acara Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca