Trip to Pulau Seribu — Murah Meriah Mengunjungi Pulau Harapan dan Pulau Kelapa

β€œIt is good to have an end to journey toward, but it is the journey that matters, in the end.” β€” Ernest Hemingway

Selamat pagi semuaa πŸ™‚

Hari ini adalah sehari setelah gue pulang dari Pulau Harapan. Dan seperti biasa gue bakal cerita apa aja sih yang gue lakukan di sana. Gue pergi ke Pulau Harapan berlima dengan Nana, Uswah dan Ais. Tak lupa juga yang punya rumah yaitu Karmilah.

Sedikit penjelasan tentang Pulau Seribu. Yang namanya Pulau Seribu diartikan karena terdapat banyak pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Salah satunya adalah yang akan kami kunjungi yaitu Pulau Harapan dan Pulau Kelapa.

Perjalanan pergi ke Pulau Harapan dilewati dengan santai dan nikmat. Itu karena di kapal menuju pulau, kami duduk di atas bagian depan kapal. Anginnya kenceng banget dan Karmilah pun sampai tidur di tengah perjalanan.

Sesampainya di sana. Kami langsung jalan kaki ke rumahnya Karmilah. Seperti yang Karmilah bilang saat di kapal β€œOrang pulau ke Jakarta pasti norak. Nah gitu juga orang Jakarta yang ke pulau, pasti norak” dan kejadianlah gue yang norak. Hehehe. Nanya ini itu kenapa bisa ada di pulau. Seperti, kenapa ada kucing di pulau, semut atau apapun.

Setelah istirahat dan tidur siang, sorenya kami berempat diajak Karmilah untuk liat sunset di pelabuhan feri. Perjalanan kesana tidak terlalu jauh dan melewati jalanan yang kiri-kanannya pantai mulai berasa anginnya. Sampai di sana, kami langsung foto-foto dan menikmati air laut yang jernih banget. Tak lupa dengan pemandangan langit yang seperti ingin hujan. Jadi untuk melihat sunset tertutup oleh awan. Malamnya, kami di rumah Karmilah aja. Karena ternyata bukan sekedar ingin hujan tapi memang hujan.

Keesokan harinya, hari kedua, selepas subuh Karmilah mengajak untuk melihat sunrise dan sekalian berenang. Mencari spot bagus untuk melihat sunrise, dan ketika dapat tetep terhalang oleh awan. Saat mataharinya sudah di atas baru keliatan. Setelah melihat sunrise kita berjalan ke tempat yang bagus untuk berenang. Sebelum ke tempat renang kami makan popmie dulu. Setelah itu, barulah kita berenang di tempat yang sepi dan airnya jernih banget. Lumayan lama berenang di sana dari yang cuma main air aja sampai bermain game. Gamenya mencari nama-nama gitu. Nama game gue lupa πŸ˜€

Setelah berenang, kami balik ke rumah Karmilah untuk mandi. Siangnya setelah zuhur kita ke tempat penangkaran penyu. Kami kesana juga dengan Jihan, keponakan Karmilah yang masih kecil. Di sana selain ada penyu dari yang kecil sampai yang besar juga ada ikan nemo dan udang. Di tempat penangkaran penyu juga ada kaya semacam pendopo atau tempat yang bagus untuk foto. Jadilah kami pun foto-foto. Setelah puas kami pun bergegas pulang ke rumah Karmilah. Malamnya kita tidak kemana-mana hanya istirahat di rumah Karmilah.

Esok hari, tepatnya hari ketiga, pagi-pagi kami diajak ke Jembatan Sunset yang ada di Pulau Kelapa. Fyi, Pulau Harapan dan Pulau Kelapa berada dalam satu pulau. Jadi untuk ke Pulau Kelapa kita hanya perlu berjalan kaki saja. Setelah perjalanan yang lumayan jauh dan setelah membeli snack buat dimakan di Jembatan Sunset, tibalah kita ditujuan. Yang pertama gue rasain adalah …. GILAAAA!!! INI BALI…. BUKAN…. INI MALDIV…. πŸ˜€ Pecah parah kerennya. Anginnya kenceng banget dan yang paling manggil adalah airnya yang bening banget. Berasa mau renang lagi. Setelah foto-foto, dan tiduran menikmati langit bitu, kami pun pulang. Kami di sana tidak terlalu lama karena ada tamu yang akan mengunjungi Jembatan Sunset itu. Sebelum pulang ke rumah Karmilah kami makan bakso. Sebelum makan kita cari tukangnya dulu dan itu muter-muter Pulau Kelapa. Setelah tidak ketemu akhirnya kita makan bakso di Pulau Harapan πŸ˜€

MK_PulauHarapan_20
Sunset dihari terakhir sebelum pulang <3

Malamnya kami berempat tanpa Karmilah packing buat pulang besok. Esok hari, selepas subuh kami sudah rapi untuk pulang. Sekitar jam tujuh, kami sudah ada di Pelabuhan Pulau Kelapa dan menunggu keberangkatan.

Diperjalanan pulang gue merasa tegang setegang-tegangnya senar gitar. Karena kita gak kebagian untuk duduk di atas akhirnya kita di bawah alias di dalam. Dan sekitar jam delapan ketegangan itupun dimulai. Gue bahkan gak berani buat ganti posisi karena pusing banget dan takut nanti memicu mual alias mabok. Saat Uswah kembali dari atas, karena dia kalo di bawah gak bisa akhirnya dia sendiri yang keatas, bilang gelombangnya tinggi kita yang duduk berdua langsung pegangan dan setiap merasa kapal mulai goyang yang gak enak langsung mencengkram kuat. Gue udah gerah banget, nahan mual dan entah apa aja yang gue pikirin. Ketakutan jelas banget mungkin kalau ada yang liat muka gue yang tertutup masker.

Setelah hampir tiga jam melewati itu, akhirnya dengan selamat sampailah kami di Muara Angke atau Kali adem. Sampai jam sebelas kita langsung ke toilet dan istirahat sekalian nunggu zuhur di musolla yang berada di depan toilet. Jam satu barulah kita melanjutkan perjalanan untuk pulau dengan busway. Gue pisah dari mereka bertiga saat di halte Harmoni. Gue melanjutkan ke arah Lebak Bulus dan mereka tetap di busway jurusan Blok M untuk turun di Tosari dan melanjutkan perjalanan ke arah Ciputat. Gue sampai halte Pos Pengumben sekitar setengah tiga.

Itulah cerita perjalanan gue dan teman-teman ketika mengunjungi rumah Karmilah di Pulau Harapan. Dan semoga lain waktu gue bisa kembali ke pulau ini. Amiin…

Semoga juga ada cerita-cerita lain tentang perjalanan gue di tempat yang berbeda dan baru tentunya… <3

– 13Januari2018



3 responses to “Trip to Pulau Seribu — Murah Meriah Mengunjungi Pulau Harapan dan Pulau Kelapa”

  1. […] mengikuti one day trip ke Kepulauan Seribu, kamu bisa daftarkan diri jauh-jauh hari sebelum liburan […]

  2. […] Baca juga: Trip to Pulau Seribu β€” Murah Meriah Mengunjungi Pulau Harapan dan Pulau Kelapa […]

  3. […] banget, di tulisanku tentang perjalanan ke Pulau Harapan, aku dan Nana, teman dekatku yang lain, mengalami trauma yang cukup serius sampai setiap diajak […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca