Fiksi Mini – Warna Pertemanan

Ini masih tentang Tama. Jika kemarin tentang ia yang galau, sekarang tentang dirinya dan temannya. Jika ada pertanyaan, ada berapa teman yang dekat dengan dirinya selepas sekolah atau kuliah?

Ia akan menjawab dengan cepat bahwa sedikit. Ia hanya mempunyai satu teman dekat yang masih berhubungan dengannya sejak lulus sekolah menengah atas (SMA). Lalu, teman kuliah yang masih berhubungan dengannya hanya ada tiga orang. Entah, Tama seperti orang yang susah bergaul.

Tama, perempuan yang lahir dua puluh lima tahun ini, bekerja di kantor pusat sebuah bank ternama. Di tempat ia bekerja, ia hanya memiliki dua teman yang dekat dengannya. Menurut Tama, tak perlu teman banyak, yang penting mereka perhatian dan peduli dengannya. Itu yang membuatnya enggan berbanyak teman jika semuanya begitu menjengkelkan.

Serius, saat SMA, seperti pada zamannya, ada yang namanya geng. Mereka bersepuluh. Banyak sekali buat ukuran seorang Tama. Bahkan dari sepuluh itu hanya beberapa yang ia pahami karakter dan sifatnya. Ia begitu menyesal kepada temannya yang tak ia pahami sifatnya. Tapi, Tama ingin menceritakan satu temanya yang menurutnya, benar-benar menjengkelkan.

Pernah kalian merasakan bahwa ada beberapa orang yang berbicara atau bersikap tidak memikirkan orang di sekitarnya? Jika pernah maka kalian sama seperti Tama. Temannya ini, anggap saja Mawar, sering berbicara tanpa memikirkan perasaan teman-temannya yang lain. Bukan ceplas-ceploas asal bicara, tapi lebih kepada annoying. Ia berbicara tanpa memikirkan perasaan orang yang ia ajak bicara. Jujur, Tama hampir pernah nangis abis denger si Mawar bicara. Kata-katanya menyakitkan sekali buat dirinya. Tapi Tama tidak bisa balas. Tama tidak setega itu. Sebenarnya ia memang tidak berani, sih.

Itu si Mawar beda lagi dengan si Melati. Melati merupakan teman dekat dari ia masuk SMA. Mereka dekat karena memiliki banyak kesamaan. Awalnya sih, tapi makin ke sini semuanya tidak sama, namun Tama dan Melati bisa berkompromi akan hal itu. Jika mereka hanya berdua, mereka bisa melakukan apa aja bareng. Nonton bareng film Indonesia yang ada Abimana atau Fedi Nuril, walaupun sekarang jarang nonton karena sibuk masing-masing. Cerita ngalor-ngidul, semuanya diceritain. Pokoknya mereka dekat. Melati kadang menyebalkan, tapi ya Tama masih menganggap itu biasa dan dapat ditolerin. Haha.

Melati orang yang mudah diajak cerita dan memberikan saran. Pernah suatu ketika, Tama bingung untuk membuat tugas kuliahnya. Saat ia bercerita pada Melati, ia langsung mendapat saran yang bagus dan dieksekusi dengan bagus olehnya. Serius, ia bersyukur sekali bisa punya temna seperti Melati.

Lalu, ada juga Lily, dia itu nano-nano. Tama mengibaratkan itu karena dia bisa biasa saja selayaknya orang lain, tapi bisa tiba-tiba sifatnya berubah. Kadang dia datang dengan segala kegaluan lalu beberapa menit setelahnya dia bisa seperti orang gila. Namun, satu hal yang Tama suka. Dia itu peka. Serius, pernah sekali dia bilang, entah ini awalnya Tama kira ramalan, bahwa temannya si Anggrek itu dekat dengan Jaka. Sebulan kemudian akhirnya terkuak, memang benar si Anggrek itu ada hubungan dengan Jaka. Lalu, selain peka, ia juga romantis. Walaupun itu sama teman, karena si Lily ini jomblo, dia begitu perhatian dengan Tama atau temannya yang lain.

Pernah suatu ketika, Tama begitu kaget dan terkesan dengan kejutan ulang tahun yang dirancang oleh Lily. Sampai, Tama mau nangis saking terharunya.

Itulah teman-teman Tama yang sedikit tapi berbagai macam ada. Ada yang manis kaya gula ada yang pahit seperti obat

Dari cerita Tama, kita memang sudah selayaknya bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang perhatian dan sayang terhadap kita. Mungkin memang tidak banyak, tapi harus tetap disyukuri kan?

Selain itu, walaupun kita punya teman yang mungkin berbeda dengan kita. Kadang menyebalkan atau bahkan sering menyebalkan, coba tanggapi itu dengan sabar. Seperti anggap aja jadi permainan yang kadang senang kadang seru kadang bahkan kalah yang kalian tuh sudah mau nangis karena begitu menyakitkan.

Bagaimana pun juga mereka pernah ada dalam bagian hidup kalian kan? Sebagai teman SMA atau kuliah kan?

#Day7
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

-12Mei2019



3 responses to “Fiksi Mini – Warna Pertemanan”

  1. Selalu ada kebaikan dari setiap teman yang berbeda. Pun begitu, kekurangannya juga pasti ada. Namun, mari saling menjaga perasaan. Sebab sakit hati susah obatnya.

    1. Iya mbaa. Saling menjaga 😊

  2. […] Pernah tidak kalian merasa kesepian di tengah keramaian yang ada disekitar kalian? Beberapa hari yang lalu teman Tama, Mawar, mengatakan itu padanya. Saat mereka sedang mengobrol dan berbincang tentang sesuatu, Mawar yang dari awal diam saja tidak bergabung pada pembicaraan tiba-tiba menyeletuk, “Kok gue merasa kesepian ya?” Tama dan temannya yang lain lalu memperhatikan Mawar. Btw, Mawar itu teman Tama yang ia ceritakan di tulisan sebelumnya, Warna Pertemanan. […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca