Takut Kehilangan

            Beberapa hari sebelum Ramadan perasaan takut itu kembali muncul. Awalnya, aku mengira ini hanya sebuah bentuk gugup memasuki bulan penuh keberkahan ini. Namun, dua hari belakangan ini perasaan takut kembali muncul.

Sebenarnya sudah sejak masuk Ramadan, aku tidur jam dua belas malam. Bukan karena tidak mengantuk, tapi karena perasaan cemas dan takut itu. Tidur saat benar-benar mengantuk agar sebelum tidur tidak mikir apa-apa. Tapi aku tahu tubuhku kurang tidur, sampai akhirnya dua hari ini harus tidur sebelum jam sepuluh malam. Efeknya, sebelum tidur pikiran ke mana-mana.

            Bukan tanpa sebab sebenarnya rasa takut ini. Hal yang paling ku ingat, aku kehilangan nenekku di bulan Ramadan. Kejadian kehilangan orang-orang yang aku kenal, juga sedikit memberi efek. Kejadian itu mungkin sudah lama, tapi masih memiliki efek sampai sekarang.

Dua hari ini, ayah pulang telat. Setelah magrib, ia baru pulang. Selama ia di luar, selama itu juga perasaan aku tak tenang. Jujur, aku takut. Lalu, sebelum tidur pun begitu. Ada aja pikiran yang tidak-tidak. Telinga jadi lebih peka dengan suara seperti ada suara aneh langsung mikir, suara apa itu? Bahkan, entah ini konyol atau tidak, setiap solat berjama’ah dengan mama, aku terpikir yang tidak-tidak. Aku takut kehilangan.

            Sebenarnya sebelum Ramadan juga sesekali merasakan perasaan takut itu, namun, masuk bulan ini, semuanya begitu terasa menakutkan. Awalnya mungkin sedikit khawatir dan cemas akan takdir tapi sekarang saat merasakannya aku sampai, “Ya Allah, aku belum siap untuk kehilangan.”

            Susah sekali mengenyahkan perasaan ini. Apalagi ketika sedang sendiri. Sudah pasti mikir yang tidak-tidak. Bertanya-tanya, lagi apa? Apakah semuanya baik-baik saja? Selanjutnya cuma bisa berdoa untuk keselamatan mereka.

Apakah kalian pernah mengalami hal seperti ini? Apakah ini hanya bentuk protektifku?

#Day5
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

-10Mei2019



7 responses to “Takut Kehilangan”

  1. pernah mengalami hal seperti itu tapi pada akhirnya bisa terlepas dengan lebih dan lebih meyakinkan diri serta positif thinking

    1. Wah. Aku udh coba tp tetep aja. Butuh effort yg lebih keknnya 😅

  2. Bertepatan pada hari ibu, beberapa tahun yang lalu nenek gue meninggal dunia. Sejak saat itu, gue semakin percaya kalau kehilangan itu gak memandang momen.

    1. Memang sih. Tp tetep aja nau, kalau kita sering kehilangan di bulan tertentu itu kek jd momok menakutkan 😭

  3. Hai mbak, saya kuliah di keperawatan. Saya pernah sedikit belajar mengenai kejadian2 yang mungkin mirip seperti yg mbak alami. Mungkin kalau mbak mau bisa konsultasi ke dokter mbak. Kalau saya tidak salah ingat ada namanya post traumatic disease (tp yg bisa menegakkan ini dokter), mungkin yg mbak alami ini tidak terlalu parah (jika tidak sampai mengganggu keseharian). Ada terapinya mbak. Atau seperti yg disampaikan Mama Indri di atas, mbak bisa mencoba dengan berpikir positif dan memasrahkan segalanya kepada Allah. Segalanya akan kembali pulang kpd Allah, kita hanya bisa mendoakan yg terbaik. Semoga sedikit membantu ya mbak.

    1. Nggak mengganggu sih. Cuma kadang” aja gitu hehe. Makasih ya dika 😊

      1. Alhamdulillah.. semangat yakk

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca