Rumah yang Seharusnya

Aku pikir, cintaku kamu sudah yang paling besar. Tapi ternyata ada yang mencintai lebih luas dari lautan yang aku tawarkan.

Aku pikir, aku adalah orang yang paling mengenalmu. Tapi ternyata ada yang jauh lebih mengenalmu bahkan mengetahui kapan air matamu jatuh.

Aku pikir, sayangku yang paling besar. Tapi ternyata ada yang lebih menyayangimu hingga rela memberikanmu bintang.

Aku pikir, meskipun jauh aku bisa menjagamu dan jadi tempatmu pulang. Tapi ternyata ada orang yang jauh lebih siaga bahkan rela memberikan apapun.

Mau sekuat apapun aku berusaha, ada yang lebih pantas untukmu. Ada orang lain yang berhak jadi tempatmu pulang, orang yang lebih tepat kau sebut rumah.

Tapi tak apa. Aku bahagia untukmu. Senangnya hariku masih bisa melihatmu tertawa. Dan semoga selalu begitu, meskipun logikanya bukan aku.

Aku senang melihatmu dikelilingi orang yang sayang dan melindungimu. Orang yang punya dunia yang lebih besar untukmu, dan aku tidak. Tak apa. Asal dia bisa membuatmu selalu bahagia, alasanmu hidup.

Dan mungkin, aku juga akan tetap menjadi bagian yang juga menyanyangimu…

meski dari jauh.

-14Des2024



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca