Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih?

Melanjutnya cerita yang sebelumnya, dalam suasana terik dan panas masih di hari yang sama, hari Jum’at, sekitar pukul sebelas siang kami melanjutkan perjalanan ke Pusat Kota Jogja. Tapi sebelum sampai ke penginapan selanjutnya, kami makan siang di salah satu gudeg Jogja yang terkenal yaitu Gudeg Yu Djum. Awalnya maju mundur mau nyoba gudeg karena mikir bakal nggak sesuai selera yang kata banyak orang rasanya manis. Cuma karena sudah di sini dan kayanya nggak lengkap kalau tidak mencoba langsung, akhirnya kami mampir di salah satu cabang yang ada di pinggir jalan raya Solo-Prambanan. Ternyata … ya memang bukan selera kami haha.

Baca juga: Trip to Yogyakarta (1) – Berburu Sunset ke Klaten dan Prambanan untuk Pertama Kalinya

Setelah selesai makan sekitar waktu zuhur, kami melanjutkan perjalanan ke penginapan di dekat Alun-Alun Kidul, namanya Abrakadabra Homestay. Kami menyewa sebuah kamar untuk dua orang dengan harga permalam Rp. 200.000. Tapi karena kami akan di sana sampai perjalanan pulang atau kereta pulang sekitar jam 9 malam, jadi kami menambah setengah hari lagi, totalnya kami membayar Rp. 300.000 untuk penginapan yang kedua ini. Beberapa foto di penginapan yang kami abadikan:

Setelah sampai, kami nggak langsung jalan lagi karena bingung nih mau ke mana. Masih bingung dan nunggu teman renchin yang katanya mau meet up malamnya. Setelah sholat zuhur akhirnya kami memutuskan untuk ke Alun-alun Utara dan Keraton Jogja. Tapi sayang banget karena ya tutup dan akhirnya kami memutuskan untuk ke Masjid Gede Kauman. Foto-foto sebentar langsung balik dan istirahat lagi di penginapan. Nah, karena kami salah parkir motor, jadi mau nggak mau muter jauh, jadi kami balik ke parkiran dari Masjid naik becak. Nggak lupa nih, kami juga mampir ke tukang tempe mendoan dan cincau hitam sebelum balik.

Ini dia foto-foto selama di Masjid!

Malemnya, kami ingin ke Malioboro, Tempo Gelato, dan Makan Bakso. Tapi… sayangnya karena saat itu liburan panjang atau long weekend, Kawasan Malioboro macet banget dan motor nggak bisa masuk. Akhirnya kami cuma nengok lewatin macet kaya ke sana cuma liat macet abis itu langsung ke Tempo Gelato Prawirotaman yang beda jalur dari Malioboro. Kirain karena bukan di daerah Malioboro akan sepi, ternyata ramepollll. Gilaaa ngantrinya sampai keluar-luar. Hampir dua jam ada kali ya kami di sana. Saat itu, makan es krim di traktir Kak Cicil, makasih Kak Cill hihi

Ini dia foto-foto di Tempo Gelato!

Sekitar jam 9 sebelum balik ke penginapan, karena belum makan juga, terakhir makan pas siang itu, akhirnya kami melimpir ke Tukang Bakso yang nggak jauh dari Tempo Gelato, cuma beda gang aja yaitu Bakso Pak Teguh. Nggak banyak cerita di sini, karena menurut gue rasa basonya, ya biasa aja sih. Kaya masih ada lagi yang lebih enak dari ini. Cuma sempet kagum liat pilihan menu yang lengkap dan memudahkan pemesanan juga. Sekitar jam 10 malam kami sampai di penginapan dan istirahat tidur! Hari itu beneran cuma makan nasi pas di gudeg doang 😀

Baca juga: Trip to Bandung – Nyobain Naik Kereta Lokal ke Bandung Cuma 20-ribuan!

Hari Ketiga: Wisata Pusat Kota, Beli Oleh-oleh, dan Balik ke Jakarta

Sebelum pagi datang, mungkin sekitar pukul 2 atau 3 pagi, kami terusik oleh suara yang berasal dari luar rumah. Okey jadi sebelum lanjut kami jelaskan posisi kamar kami. Kami dapat kamar yang berhadapan langsung dengan taman, tempat parkir, dan pagar depan. Ibaratnya kalau dari depan terlihat pintu masuk, padahal gerbang ke dalam itu ada di samping, tetapi itu berisi kamar dan kami mendapatkan kamar tersebut. Kaya ruang tamu yang disulap jadi sebuah kamar. Nah sekitar jam segitu, kami mendengar orang mengetuk pintu, suara mobil yang menyala, dan sebuah panggilan. Awalnya bingung ya kenapa, siapa, dan ada apa. Ternyata sepertinya ada salah satu penginap yang dijemput oleh travelnya. Ini dugaan saja sih, soalnya nggak lama terdengar seperti orang pamit gitu.

Nah, paginya setelah sholat kami menikmati pagi dengan mengobrol di bagian belakang penginapan. Tempat yang sejuk, nyaman, dan adem membuat pagi ini terasa berkesan. Kami menyeduh teh dandang kembali dan mencuci alat makan kotor yang kami bawa serta mengisi termos dengan air teh. Kami makan tempe mendoan yang kemarin nggak habis dan menghabiskan snack yang kami bawa dari Jakarta. Setelah itu, kami bergantian mandi lalu pergi ke pabrik Bakpia Pathok 25.

Awalnya, jujur, gue nggak mau nyobain tester karena masih pagi (?) tapi karena adek gue bilang enak akhirnya nyobain juga dan yaa emang enak banget. Selembut, seanget –karena baru mateng- dan sensasinya ninggalin kesan banget. Akhirnya di situ kami beli beberapa bakpia. Selain merek bakpia ini, gue juga penasaran sama Bakpia Juwara Satoe. Jadi pas balik mampir ke cabang sana yang nggak jauh dari pabrik bakpia tadi. Beli beberapa varian yang sebelumnya nggak kami beli di Pathok 25. Fyi, setelah sampai Jakarta dan nyobain rasa duren, gue agak menyesal kenapa beli satu doang, padahal seenak itu. Rekomen banget nyobain Bakpia Juwara Satoe rasa Durian terutama yang emang pecinta buah tersebut.

Balik dari membeli oleh-oleh, kami sempat mengunjungi warung depan gang penginapan yang rame. Kami nggak niat beli karena di penginapan sudah termasuk sarapan, tapi berhenti di sana karena kepo aja kenapa ramai haha. Ternyata gorengan murah-murah masih ada yg seribu rupiah. Ada juga yang jual bubur tetapi pake kertas nasi dan daun pisang dengan kuah yang agak seperti kuah opor. Kami akhirnya membeli susu kedelai (awalnya kami kira susu kedelai kaya di Jakarta, ternyata itu susu kacang hijau) dan beberapa gorengan.

Balik ke penginapan kami istirahat sebentar, ganti baju buat pergi, dan makan pagi baru perjalanan ke Keraton Jogja dan Taman Sari. Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Taman Sari. Ternyata lumayan dekat dari alun-alun selatan. Pas sampai sana sudah lumayan ramai orang. Kami masuk dan mutar hingga mencoba ke bagian atas dan area sekitar Taman Sari. Sekitar setengah jam atau 40 menit sepertinya, kami keluar dan melanjutkan ke Keraton Jogjakarta. Kami di sana lumayan lama.

Inilah beberapa foto saat di Taman Sari!

Sesampainya di Alun-Alun Utara, kami parkir di sana lalu jalan kaki ke Keraton. Sempat papasan dengan anak sekolah yang nggak tua mereka datang jam berapa tapi sekitar jam 10 mereka sudah balik haha. Keraton juga ramai seperti Taman Sari dan untungnya matahari cerah hari itu jadi nggak menghambat hari terakhir kami di Jogja. Cukup lama kami muterin Keraton, sampai akhirnya sambil istirahat kami menikmati pertunjukkan wayang di Keraton. Seru dan berkesan sekali perjalanan ini.

Nah, ini dia foto-fotonya!

Kami keluar sekitar jam 12 dan berencana untuk makan di House of Raminten. Tapi sayangnya, penuhhh banget lagii. Jadi akhirnya kita pesen olive chicken dan makan di penginapan. Adek gue tidur istirahat, gue ngobrol bareng teman lama yang ngambil studi di Jogja. Sekitar pukul 3 teman gue balik dan kami bersiap buat beli oleh-oleh yang kurang haha. Sempat buru-buru pas ke Pasar Beringharjo tapi untungnya kebeli semua yang kurang. Setelah balik ke penginapan, kami persiapan untuk check out jam 7 malam. 

Kereta pulang berangkat jam 9.30 dari Stasiun Lempuyangan. Kami tentunya datang lebih cepat karena nggak mau sampai terburu-buru dan terjebak macet kaya malem sebelumnya. Setelah balikin motor, kami menunggu di stasiun dan akhirnya sampai Jakarta sekitar 6.30 pagi esok harinya.

Itulah perjalanan dan keseruan pertama kali ke Jogja. Mengunjungi tempat baru memang menjadi sebuah kesenangan dan pengetahuan baru yang menyenangkan. Ada beberapa list yang tidak bisa kami datangi karena tempat yang penuh dan waktu yang terbatas. Berarti itu tanda memang harus balik lagi. Tentunya tidak di waktu libur panjang seperti kemarin yang padatnyaa polll.

Nah, buat yang nungguin itenary dan biaya selama di Jogja perjalanan berdua, ini dia rangkumannya:

Tiket kereta dua orang, Rp. 74.000/eaRp. 296.000
Penginapan Herman Homestay Prambanan 1 malamRp. 300.000
Penginapan Abrakadabra Homestay 1 malam setengah hariRp. 300.000
Sewa motor 3 hari, Rp. 90.000/hariRp. 270.000
Bensin motor full (sisa banyak)Rp. 50.000
Tiket masuk Ratu Boko, Rp. 38.400/ea (promo traveloka)Rp. 77.882
Tiket masuk Candi Ijo, Rp. 7.000/eaRp. 14.000
Makan Malam di Trinata Coffee and ViewRp. 95.000
Tiket masuk Candi Prambanan, Rp. 48.000/ea (promo traveloka)Rp. 97.842
Makan Pecel di PrambananRp. 20.000
Makan Siang di Gudeg Yu DjumRp. 59.000
Tempe Mendoan dan CendolRp. 20.000
Becak dari Masjid Kauman ke Parkiran Alun-AlunRp. 15.000
Tempo Gelato (corn dan medium cup)Rp. 75.000
Bakso Pak TeguhRp. 38.000
Paket Olive ChickenRp. 21.000
Tiket Masuk Keraton Jogjakarta, Rp. 15.000/eaRp. 30.000
Tiket Masuk Taman Sari, Rp. 15.000/eaRp. 30.000
MC Chicken Stasiun LempuyanganRp. 53.000
TotalRp. 1.861.724
Catatan pribadi

Pengeluaran di atas belum termasuk oleh-oleh dan bayar parkir. Monmaap aja itu liat kita berhenti dan di situ bayar parkir ya mulai Rp. 2.000. Kami membeli oleh-oleh tas di Prambanan mulai dari Rp. 20.000, gantungan kunci mulai dari Rp. 5.000, Bakpia Kukus Tugu mulai Rp. 40.000, Bakpia Pathok 25 mulai dari Rp. 30.000, Bakpia Juwara Satoe mulai dari Rp. 20.000, celana batik, baju batik, setelan batik, hingga topi. Jadi ya untuk dua orang nggak sampai 2 juta, tentunya dengan banyak pertimbangan.

Mulai dari milih penginapan, transportasi, hingga itenary yang ingin dituju. Milih penginapan bukan asal tunjuk tapi cari yang termurah dan juga nyaman. War tiket yang murah juga, meskipun ya memang lebih lama dan kursi yang masih tegak karena termasuk kereta ekonomi subsidi. Meskipun terlihat liburan minimalis, tapi yang penting happy ya bundaaa haha

Tar balik lagi kalau ada rezeki lebih. Aamiin. Makasih buat yang sudah nungguin cerita perjalanan ke Jogja ini. Sampai ketemu di cerita trip selanjutnya yang belum tahu mau ke mana, ada ide? See yaaa!!

Baca juga: Trip to Solo — Dari Belajar Hingga Bermain. Seru!!

9Juli2023



3 responses to “Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih?”

  1. […] Selangkapnya di: Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih? […]

  2. […] Baca juga: Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih? […]

  3. […] Baca juga: Trip to Yogyakarta (2) – Dua Hari Satu Malam di Jogja, Ngapain aja sih? […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca