Magang Rasa Nano-Nano (2)

Selamat malam semuaa 😉

Hari ini gue selesai mengurus surat-surat magang dan juga perpisahan dengan orang kantor. Harusnya hari Jum’at kemarin gue udah selesai. Tapi karena HRD-nya lagi di luar, gue pun jadi harus ke kantor lagi hari Senin. Tapi, gue beruntung, sih. Lho, kenapa?

Hari Jum’at yang biasanya rapat redaksi, dipindah jadi hari Kamis. Jadi, hari Jum’at yang biasa ramai jadi sepi. Akhirnya, gue memutuskan untuk perpisahan alias pamitan hari Senin.

Sesuai janji di cerita gue sebelumnya, gue akan menceritakan kembali satu bulan terakhir magang.

Satu bulan terakhir sebenarnya gak jauh berbeda dengan yang pertama. Namun, bulan kedua ini lebih didominasi oleh liputan yang jauh lebih banyak dari yang bulan lalu. Bahkan, dalam seminggu gue cuma ada di kantor dua hari doang, itu berlangsung selama tiga minggu. baru ketika seminggu sebelum gue selesai itu lebih longgar, di mana gue cuma liputan satu hari doang.

Makanya, pas hari-hari terakhir magang, gue keteteran karena harus mengumpulkan artikel dari liputan gue yang seabrek itu 😭

Bayangin gue nulis 500-600 kata buat empat atau tiga artikel dalam satu hari 😢

Baca juga: Magang Rasa Nano-Nano (1)

Ketemu teman sesama magang

Bulan ini yang didominasi oleh liputan akhirnya gue menemukan teman baru yang sama-sama lagi magang. Hahaha.

Soalnya pas bulan pertama itu gue ketemu sama wartawan yang memang kerja bukan wartawan magang.

Gue ketemu sama anak sastra Indonesia Unja, anak sastra Indonesia UNS, anak komunikasi Atma Jaya Yogyakarta, ketemu juga sama anak komunikasi Universitas di Padang (gue lupa namanyaa :D)

Kita juga tukeran nomer, dan itu berguna banget buat gue. Selain bisa tanya-tanya kalau mau liputan ke beberapa acara, biar bisa bareng gitu haha, juga bisa membantu dikala gentinggg… Kenapa?

Karena dua kali rekaman liputan kehapus. Sedihh bangettt. Ceritanya seperti ini, saat ada pemberitahuan sampah numpuk di handphone gitu langsung gue ‘iyain’ tanpa liat apa aja isi sampah tersebut. Eh, saat mau transkrip hilang semua dong yang udah direkam. Rekaman Itu juga belum dipindah ke laptop. Parahnya juga hari terakhir saat mau maraton menulis hilang juga dong itu rekaman 😭

Untuk Mba Icha, Mar, sama Kaffa, Makasih banget, lho. Semoga kita bisa ketemu lain waktu yaaa😉😉

Tantangan baru

Tantangan bulan ini lebih kepada penulisannya, sih. Di kantor yang cuma dua hari dalam seminggu itu tidak cukup untuk menyelesaikan artikel yang banyak itu. Harusnya cara paling efektifnya gue juga harus mengerjakannya di rumah atau paling tidak transkrip di rumah. Tapi, gue yang susah banget bangun mood buat menulis di rumah dan sifat males muncul (males transkrip), jadinya di hari terakhir yang mau gak mau harus rapi jadinya yaaa… ngebut banget di hari terakhir itu hahaha.

So far, menulis beberapa artikel dalam satu hari seperti tolak ukur, sih. Jadi tolak ukur juga buat gue kedepannya. Tapi, juga membuktikan bahwa gue susah banget buat mood menulis di rumah. Kalau gak dipaksa gak bakal bisa menulis satu artikel pun. Entah mungkin karena merasa di rumah itu waktunya istirahat apa gimana 😰

Oiya, di bulan kedua ini, gue juga merasakan nano-nano di rubrik yang gue isi. Jadi, gue yang ada di desknya Mba Mel dan bantu isi VWR yang seperti tulisan sponsor gitu di desknya Mas Yunus, juga menulis artikel untuk desk Mba Jeanett, yaitu artikel Tips Oto, dan juga ngisi desk Selebritasnya Mba Ili yang awalnya gue gak yakin bisa haha

Edisi Tabloid Nova yang ada artikel gue paling berkesan yang terakhir ini, edisi 1590, yang juga edisi khusus. Lho, kenapa? Karena diedisi ini tulisan gue banyak hahaha 😁😁 Selain itu, karena edisi ini yang paling banyak menyita perhatian dan tenaga gue. Tips Oto yang susah dapat narsum, Kesehatan yang mesti ditulis ulang, foodgrade yang nunggu balesan narsumnya lama, Anda dan Pasangan yang buat gue begadang juga.

Di edisi ini gue isi rubrik Selebritas, Anda dan Pasangan, Kesehatan, Tips Oto, Griya, VWR, walaupun gak semua gue sendiri, sih. Karena untuk Kesehatan, Tips Oto dan Griya, gue berdua atau bertiga sama Mba-Mbaku yang lain hehe

Seperti itulah ringkasan perjalanan magang bulan terakhir gue.

Big thanks to Keluarga Besar Tabloid Nova, Mba Indi (yang suara khas sekali, cara berceritanya yang lucu, dan pemimpin yang gak seperti pemimpin karena gue lihat dia seperti teman buat yang lain), Mba Dian (yang mengajarkan nulis pakai kerangka), Mba Mel (yang ngajarin nulis artikel yang benar, tata tulisan yang benar biar gak lompat-lompat, hampir semua tulisan aku diedit sama Mba Mel dan masih banyak koreksi dari tulisan gue), Mba Maria (meja sebelah yang paling banyak gua ajak ngobrol dan ngechat dia nanya keadaan kantor kalau lagi liputan), Mba Jeanett (yang ngajarin menulis Tips Oto buat perempuan, koreksi tulisan juga, yang buat gue juga jadi menjelajah fashion karena mencari beberapa seleb dengan fashion tertentu), Mba Firli atau Mba Ili (yang suruh gue latihan menulis ulang dari sumber yang sudah ada), Mas Yunus (yang ngechat gue lebih sering karena gue lupa mulu mengirim foto VWR, maaf ya, Mas), Mba Tentry (yang mengajarkan gue kalau fashion dan bahagia bukan dilihat dari fisik aja) Mba Acil (buat satu malam yang pengalaman ‘ngejar artisnya’), Mba Vita (yang mau direpotin buat mengirim PDF tulisan buat narsum), Mba Agnes (yang sering gue tanya-tanya dan teman pas yang lain belum datang setelah deadline sampai pagi, dan yang kirim uang transport wkwk), Mas Makki, Mas Ricky, Mas Bagus, dan semuanya yang gak bisa gue sebutkan hahaha. Gue mau nangis ini 😭😭

Makasih buat beberapa wartawan yang sempat mengobrol dan bertukar cerita saat lagi liputan. Makasih juga buat beberapa orang yang diakhir gue magang, mau mendengarkan kegalauan gue mau antara mau lanjut atau gak. Hahaha.

Akhirnya gue menjadikan ini sebuah pengalaman yang gak bisa gue lanjut karena satu dan dua hal. Tapi yang jelas, dua bulan ini hidup gue jelas berbeda dari yang sebelumnya. Selalu ada yang pertama, dan kalian berhasil menjadi yang pertama diperjalanan gue 😘

Terima kasih semuanyaa. See you again Mba-Mba dan Mas-Mas kuu 😘😘

13Ags2018



One response to “Magang Rasa Nano-Nano (2)”

  1. […] Baca juga: Magang Rasa Nano-Nano (2) […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca