Banyak yang bilang bahwa kuliah jurusan A, tidak menjamin kalian akan kerja sesuai dengan jurusan kalian. And then, gue akhirnya percaya itu, setelah magang hampir dua bulan sebagai reporter di salah satu tabloid dari Kompas Gramedia.
Beberapa dari mereka yang menjadi wartawan atau reporter berasal dari jurusan yang sesuai yaitu jurusan Komunikasi atau Jurnalistik, bahkan tidak jarang juga yang jurusan Sastra Indonesia. Namun, menariknya, banyak juga yang bukan berasal dari jurusan yang sesuai dengan dunia kewartawanan.
Beberapa wartawan yang bisa gue tanya asal jurusan (kuliah) mereka, semakin meyakinkan fakta tersebut.
Jurusan Sejarah, Hukum, bahkan Pertanian bisa jadi wartawan. Tapi yang menarik lagi, wartawan yang gue temui hampir semua berasal dari universitas negeri. Seperti, wartawan jurusan Sejarah yang berasal dari salah satu universitas negeri di Semarang dan wartawan dari jurusan Pertanian berasal dari salah satu universitas negeri di Jogjakarta. Tapi, beberapa wartawan yang bukan dari universitas negeri berasal dari universitas yang bekerja sama atau yang idealisme sama dengan media tempat mereka bekerja, seperti, Republika yang pro Islam, maka kampus dengan label Islam ada peluang besar untuk bekerja di media tersebut.
Lalu, pertanyaannya, apakah pekerjaan atau kantor melihat dari universitas yang ‘negeri’?
Gue sempat ngobrol dengan wartawan yang berasal dari jurusan Pertanian. Wartawan tersebut bercerita bahwa dahulu, dia tidak suka menulis. Tapi, karena diterima bekerja sebagai wartawan, akhirnya dia mulai belajar untuk menulis berita.
Beda lagi ketika gue bertemu dan bercerita sepanjang perjalanan pulang bersama wartawan lain. Wartawan tersebut berasal dari salah satu universitas negeri di Jogjakarta dan untuk jurusannya gue lupa. Saat gue tanya “kok bisa masuk situ? yang dilihat apa sih?” dia menjawab “dari lowongan di twitter. Terus apply. Kalau syarat, yang penting negeri, sih kayanya,” Haha. Apakah semua seperti itu? Entahlah.
Bisa jadi, sih. Fakta lainnya, ada beberapa wartawan yang berasal dari jurusan Komunikasi, Jurnalistik, ataupun dari Sastra Indonesia yang sesuai dan berhubungan dengan kewartawanan, mereka berasal dari universitas negeri ternama, atau universitas yang idealismenya sama. Gue juga sempat bertemu sama wartawan media yang sesuai dengan idealisme tempat gue kuliah. Saat tahu gue magang di tabloid grup Kompas Gramedia, dia bilang “kenapa gak di tempat gue. Banyak dari kampus lu yang magang atau kerja disitu, tau,” Ohhh…. Baiklahh…
Tapi yang jelas, kenyataan di lapangan membuktikan bahwa ketika kita mencari pekerjaan lawan kita bukan lagi hanya dari jurusan yang sama dan relate dengan pekerjaan tersebut, tetapi dari jurusan lain dengan nama belakang univeritas negeri lain yang ternama.
So, gue belum paham apa memang semuanya seperti itu. Mungkin jika teman-teman ada yang pernah ketemu bahasan ini, kita bisa diskusi lebih lanjut. Jika memang benar seperti itu, apa yang sudah kalian usahakan untuk masa depan kalian?
—
12Ags2018

Tinggalkan Balasan