Ikut Bukber / Tidak?

            Ramadhan menjadi sebuah wadah baru untuk teman-teman kembali bersilaturahmi. Itu juga yang membuat grup yang sudah lama sepi tiba-tiba menjadi ramai lagi. Tak lain ramai menentukan waktu bukber (buka bersama). Grup whatsapp teman SD, teman sekelas SMK, teman segeng SMK, sepupu-sepupu, dan grup lain yang masih aktif dna sering bertemu pun membahas kapan kita bukber? Bukber di mana nih?

            Rasanya ingin sekali mengikuti semua bukber yang sudah dijadwalkan. Jika yang bekerja di luar kota, kembali ke kampung halaman tempat ia bersekolah lebih cepat. Orang yang bekerja di kota yang sama sibuka mengatur jadwal. Tapi yang namanya musyawarah tetaplah musyawarah. Memilih hari lain tapi yang banyak dipilih oleh kebanyakan orang dalam grup hari yang kita tidak bisa. Sudah setelah itu jelas, kita tidak bisa hadir. Kesel kalau acara bukbernya kita tunggu, tapi menjadi biasa saja saat kita pun tidak antusias untuk datang.

            Di balik itu semua, ada satu hal yang mungkin dilupakan oleh sebagian orang. Bersilaturahmi sejatinya bukan hanya dilakukan di bulan ini saja. Bulan ini memang bagus untuk mempererat tali silaturahmi, tapi jika bulan biasa aja kita cenderung cuek dan bahkan tidak bertemu untuk apa bukber? Bahkan, aku pernah mendengar seperti ini, “Nanti kita ketemu setahun sekali lagi nih. Pas bukber doang,” ucap seseorang.

            So, bersilaturahmi boleh dimulai dari bulan ramadhan ini, tapi jangan lupa untuk tetap bersua di bulan lain. Jangan jadikan bulan ini saja waktu yang pas untuk bertemu teman-teman lama. Tapi juga jadikan bulan lain hal yang sama. Jika ada yang mengatakan, “Ya masih mending bisa ketemu setahun sekali daripada nggak sama sekali,” maka ia melewatkan bagian pentingnya. Karena jika kita bisa lebih baik kenapa harus memilih satu dari yang kurang?

—

#Day11
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

—

-16Mei2019



4 responses to “Ikut Bukber / Tidak?”

  1. Jarang ikut bukber, padahal bagus buat menyambung silaturahmi.

    1. Aku ikut bukber kalau bisa aja. Biasa ada juga yg bentrok haha

  2. Bukber, dulu2 aku suka ikutan bukber. Tapi sekarang, sudah punya bayi. Sumbernya ya di rumah sama keluarga.

    1. Wah pasti seru ya mba.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca