rain.
-
Rumah yang Seharusnya
Aku pikir, cintaku kamu sudah yang paling besar. Tapi ternyata ada yang mencintai lebih luas dari lautan yang aku tawarkan. Aku pikir, aku adalah orang yang paling mengenalmu. Tapi ternyata ada yang jauh lebih mengenalmu bahkan mengetahui kapan air matamu jatuh. Aku pikir, sayangku yang paling besar. Tapi ternyata ada yang lebih menyayangimu hingga rela… Continue reading
-
Sebuah Kabar dan Harapan

Hey! Beberapa minggu ini banyak yang terjadi. Tapi lebih dari itu, aku bersyukur bisa melihatmu lagi. Oh ya, bagaimana kabarmu? Aku lihat kau sudah mulai bisa kembali dengan bahagia, meskipun… sesekali aku masih melihatmu nampak sedih. Ya mungkin emang masih masanya peralihan dan terbiasa untuk balik lagi. Tapi nggak apa-apa, hadirmu sudah membuatku bahagia, lagipula… Continue reading
-
Ternyata Masih Bisa Disambung

Kadang, manusia cuma takut untuk memulai, padahal belum benar-benar memulai. Ia banyak orang yang terlalu nyaman dengan keadaan sampai memilih itu terus sampai batas waktu yang kitapun nggak sadar sudah terlalu nyaman dalam posisi tersebut. Atau kadang, manusia cuma pakai perasaan aja tanpa benar-benar tau kalau sebenarnya nggak selalu kaya gitu. Mungkin benar, pertemuan kembali… Continue reading
-
Oktober Punya Cerita

Kalau ditanya, apa bahagiamu akhir-akhir ini? Aku akan jawab, bahagiaku beberapa bulan in ketika aku bisa enjoy dan happy jalanin waktuku. Dulu juga kok, cuma rasanya karena beberapa tahun ke belakangan kerja jadi nine to five – Monday to Friday, bahkan kadang ngambil waktu weekend juga buat kerja, sekarang jadi merasa bebas. Bukan bebas yang… Continue reading
-
Memulai Lebih Awal
“Lagi mikir apa lu?”“Gue lagi memaknai satu hal.”“Apatuh?”“Gue pernah denger, kita harus mikir yang baik-baik katanya biar hasilnya baik.”“Oke terus? Maknanya di mana?”“Nah ini, gue mau percaya sama pikiran gue dan mulai semua lebih awal. Nggak kaya tahun lalu. Gue pikir, ketika kita mulai lebih awal, berarti harusnya kita bisa lebih siap, kan?” Wah bener… Continue reading
-
Kau Kembali. Tepat Seperti Harapanku
Kembalimu jadi salah satu yang aku harapkan. Kau yang menghilang lepas hujan badai kala itu bikin aku takut. Takut nggak bisa melihatmu lagi. Iya aku tau, mungkin kita nggak bisa bareng lagi. Seperti kataku kan, semuanya sudah berbeda. Nggak lagi sama. Tapi… meskipun aku terlihat tak peduli, aku masih menunggu kabarmu. Hanya ingin tau kabar… Continue reading

