Sejenak mata terbuka, di pagi yang sunyi satu pertanyaan terlintas,
“Semua memang tinggal nunggu waktu, kan?”
Selama putaran waktu dalam berapa tahun terakhir
Satu hal yang aku tau, aku mau kamu bahagia
Apapun dan bagaimanapun itu
Sayangnya, hidup nggak selamanya di atas, kan?
Kadang ada saatnya kutemukan kau sedih
Kutemukan kau menyalahkan cara kerja semesta
Kadang juga kutemukan senyum lebar di wajahmu
Atau kulihat kau tertawa dengan ciri khas suara renyah
Atau ketika kamu bersenandung senang
Dibanyak keadaan, aku tetap di sebelahmu
Entah hanya ikut diam memandang,
Entah dengan bernyanyi bersama,
Entah sambil berbisik doa pada semesta, atau… ikut menangis bahagia
Semuanya tersimpan rapi di kotak memoriku
Aku mau bilang, “aku bahagia”
Dengan banyaknya waktu yang telah kita bagi
Dengan banyaknya cerita yang mengalir
Dengan banyaknya harapanku untukmu
Dengan banyaknya pintaku pada semesta, untukmu
Namun…
Seperti rasa yang terus dapat berubah
Ada jarum jam yang terus bergerak
Bergerak satu arah, maju
Aku… takut
Pada semesta yang akan memainkan perannya
Pada waktu yang dapat memperlebar jarak
Pada keadaan yang… mungkin mengharuskanku pergi
Aku… takut
Kamu yang akan menghadap arah lain
Kamu yang lelah dan memilih menyerah
Kamu yang akhirnya balik arah
Kamu yang… berubah jadi orang paling nggak kukenal
Sayangku…
Semua memang tinggal nunggu waktu, kan?
Waktu saat kamu memilih tinggal atau pergi
Waktu saat kamu memilih diam atau bergerak
Waktu yang… mungkin jadi alasan kita berjarak
Apapun jalan yang kamu pilih
Kamu ingat ya, sayang
I’m trying my best to keep you in here
I’m trying my best to always be here
Bahkan ketika nantinya waktu membuatku kecewa
Aku mau kamu ingat ya, sayang
No matter what, no matter happens, i’m still here!
—
NB: pict hanya pemanis 😀
—
-20September2022


Tinggalkan Balasan