Berproses Bersama

“Semua memang butuh proses.”

Itulah yang sekarang, aku jalani di Desa Situ Udik, Bogor. Melewati semua proses dari mulai daftar KKN (Kuliah Kerja Nyata) sampai pada tinggal hampir seminggu di sini. Udara dingin kala malam menjelang maupun cuaca panas menyengat di siang hari mulai menemaniku. Di sela-sela suara anak-anak dalam posko kami tinggal, aku menjalani proses ini.

Seminggu pertama merupakan hari-hari penuh penyesuaian. Mulai dari air yang susah didapat, banyaknya anak-anak yang sering datang ke posko, proses perkenalan dengan warga sampai berkompromi dengan 18 orang lain yang tinggal dalam satu rumah.

Proses. Saling mengerti, mencoba, kompromi dan empati saling merasa. Kalau kata mama, “Akan ada banyak orang dengan pikiran dan perasaan yang berbeda. Kuncinya kompromi dan saling merasa. Kalau kamu sendiri yang merasa, anggap aja mereka baal.”

Saling merasa. Bukan hanya sebagai individu tapi sebagai kelompok yang dipersatukan untuk tinggal satu rumah dalam sebulan. Kadang kesal ketika hanya kita yg merasa, tapi mereka bodo amat. Tapi ya mungkin memang di situ, warna-warni KKNnya.

Kesel boleh tapi ya harus ditahan. Tapi tetap aja sih kesel haha. Intinya, harus sadar diri dan saling merasa yuk 😉

-31Jul2019



One response to “Berproses Bersama”

  1. […] Baca juga: Berproses Bersama […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca