Jeda #diRumahAja

            Memasuki masa PSBB Transisi ini, mungkin beberapa orang sudah mulai mengerjakan pekerjaan mereka seperti sebelumnya walaupun belum seratus persen. Sedangkan aku, sebagai mahasiswi tingkat akhir yang masih di situ-situ aja alias nggak ada kerjaan, mau nggak mau mencari kegiatan lain sebelum mati karena kebosanan (alay bgt). Tapi, sebelum aku cerita kegiatan baruku, aku mau cerita sedikit tentang kegiatanku sebulan sampai dua bulan yang lalu.

            Sebagai orang yang suka nulis, kadang imajinasi, ide dan hayalan suka datang secara tiba-tiba. Seperti mau tidur atau saat pulang dari kampus di dalam Transjakarta. Sebelum masa #diRumahAja, alias saat masa aktif kuliah, aku biasanya menyalurkan idenya lewat tulisan fiksi mini atau puisi singkat yang tulisan itu nggak sampai 200 kata. Walaupun beberapa kali sempat terpikir beberapa konflik atau jalan cerita yang bagus untuk sebuah cerpen.

            Tapi, karena kegiatan kuliah yang nggak terlalu padat tapi aku seakan terkekang di dalam sana dan akhirnya tak bisa menulis cerpen. Kalau diitung-itung, cerpen yang sampai tamat selama kuliah aktif hanya hitungan jari, dua atau tiga cerpen. Entah kenapa, susah banget buat nulis panjang menyalurkan imajinasi ketika kuliah, padahal ide udah menggeliat-liat minta dituangkan dalam tulisan. Paling tulisan panjang hanya untuk tugas kuliah atau sesuatu yang sifatnya nonfiksi.

            Nah, dimasa #diRumahAja, aku ngerasa ada jeda untuk kehidupanku. Kaya aku yang pelan-pelan nyusun proposal, walaupun sampai sekarang masih terkukung dalam rasa takut buat sempro, mulai buka draf tulisan lama yang belum selesai dan pelan-pelan menyelesaikannya, satu-satu menyalurkan ide yang sempat terpikirkan tapi belum tertulis. Rasanya senang, terlepas dari sedihnya dengan keadaan di negara ini. Lega banget bisa menulis cerpen lagi, bahkan hanya dalam hitungan sebulan bisa menulis setidaknya empat cerpen, yang setahun lalu seperti mustahil bisa menulis sampai tamat satu cerpen.

            Bahkan beberapa hari yang lalu, aku juga sempat nulis review skincare yang udah terpikir dari setahun yang lalu tapi baru bisa ditulis tahun ini. Ah, buat kalian, apasih yang kalian alami selama masa #diRumahAja? Yuk cerita di kolom komentar ya 🙂

            Karena ngerasa ide buat tulisan udah beberapa ditulis dalam cerpen, awal bulan ini aku ngerasa bosan, lebih tepatnya stuck nggak tau mau ngapain lagi, mau nulis apa lagi. Sampai akhirnya karena keseringan buka medsos dan liat lowongan pekerjaan “Social Media Specialys”, “Social Media Assist”, “Social Media Creator”, “Content Creator”, dan semacamnya, terpikir olehku untuk kembali mendesain dan mencoba hal baru yang lain.

            Ya selama lulus dari MM, aku cuma desain kalau disuruh doang, alias dapet job desk acara yang mengharuskan design banner atau apalah keperluan acaranya. Intinya bukan sesuatu yang langsung berasal dalam diri ingin melakukan itu. Kenapa begitu? Karena aku sadar, desainku tuh biasa aja. Malah cenderung kaku, makanya kalau aku desain, biasanya aku akan lempar ke orang lain buat tau pendapat mereka dan ya semua pendapatnya sama. Kadang kurang ini, kaku, kurang jelas atau apapun itu. Jadinya, takut buat melanjutkan minatku ke desain karena ngerasa kurang kemampuan.

            Selain itu, kadang kalau sifat malasnya muncul tuh beneran kek orang nggak niat. Inget banget dulu pernah ada tugas disuruh buat banner acara gede pas PKL, pas masih sekolah, tapi keadaanya lagi malas banget-banget, akhirnya jadi asal desainnya. Kalau liat desain itu rasanya malu banget 🙁 Bahkan saking nggak maunya menyentuh sesuatu tentang desain, aku nggak mau masuk kepengurusan organisasi yang harus berkutat dengan desain selama setahun penuh. Serius, senggak mau itu berurusan dengan desain lama-lama, hehe 😀

            Nah, setelah melihat lowongan itu, terpikir untuk mencoba hal baru yang lain, ya nggak bisa dibilang baru juga, yaitu balik ke habitatnya, alias mau ngedesain lagi. Tapi bukan sembarang desain, kali ini aku mau desain untuk media sosial sebuah produk yang mana nantinya bisa aku jadikan portofolio untukku. Ya emang nggak jauh-jauh dari nyari pengalaman buat kerja nanti. Tapi selain itu, juga mau bantu temen sih, ya walaupun mah kerja gue cuma begitu doang. Mikir desain apa lagi ya, ngisi apa lagi ya, sama mikir caption 😀

            Tapi jalan seminggu, aku ngerasa senang. Senang bisa kembali ngutak-ngatik photoshop hampir setiap hari kaya waktu sekolah, lebih sering buka freepik, nyari referensi buat desain atau sekedar balesin DM, repost kiriman orang di IGstory. Berharap kegiatan ini bisa bermanfaat buatku nanti, terlepas saat ini hanya niat iseng mengisi waktu luang dan nyari pengalaman tanpa dibayar hehe. Katanya, pengalaman lebih berharga daripada uangkan? Iyakan? Iyain aja ya biar seneng. 😀

            Dah, itu aja ceritanya, jangan panjang-panjang, karena nanti pada nggak mau baca sampai akhir karena ini cuma curcol biasa. Buat yang mau baca serius sampai akhir ya Alhamdulilla dan terima kasih. Buat yang skip bisa liat tulisaku yang lain ya hihi

            Sampai jumpaaa 🙂

-16Juli2020



Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca