Silaturahmi itu meluaskan pikiran dan memperkaya sudut pandang. Dan salah satu dari sekian banyak pintu rezeki.
Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, untuk itu penting sekali membangun silaturahmi kepada sesama untuk menjalin kasih yang baik. Bukan hanya sekadar kepada saudara, tetapi kepada teman. Beberapa bulan terakhir aku dibuat bingung dengan hilangnya silaturahmi seseorang kepadaku dan keluargaku. Tapi sebelum aku bercerita, aku ingin menjelaskan dulu pentingnya silaturahmi yang aku kutip dari berbagai sumber.
1. Merupakan konsekuensi iman kepada Allah SWT
Silaturahmi merupakan tanda-tanda seseorang yang beriman kepada Allah SWT, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah saw bersabda, yang artinya, āBarang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmiā.
2. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya
Seorang muslim yang suka mengunjungi saudaranya dan menjalin silaturahmi kepada sesama akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Sebagaimana hadist Rasullullah SAW yang artinya, āBarangsiapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmiā.
3. Terhubung dengan Allah SWT
Menyambung tali silaturahmi sama halnya dengan menyambung hubungan dengan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata: sesungguhnya Rasulullah saw bersabda yang artinya, āSesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: āBenar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?ā Ia menjawab: iya. Dia berfirman: āItulah untukmuā.
4. Didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari neraka
Balasan orang yang menyambung tali silaturahmi adalah didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana yang tertera dalam hadist, yang artinya, āEngkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmiā. (HR Bukhari dan Muslim)
5. Merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT
Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT maka dengan menjalankan perintahnya maka kita taat kepada Allah SWT. Selain itu, menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak terpuji. Allah swt berfirman, yang artinya: ādan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang burukā (QS. Ar-Raād: 21)
6. Pahalanya seperti halnya memerdekakan budak
Sebuah hadist meriwayatkan bahwa dari Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu āanha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi SAW sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: āApakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku?ā Beliau bertanya: āApakah sudah engkau lakukan?ā Dia menjawab: āYa.ā Beliau bersabda: āAdapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.ā
7. Bersedekah terhadap keluarga sendiri
Mengunjungi sanak saudara dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia dan memiliki faedah yang besar. Bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada bersedekah kepada orang lain dan bisa menghindari dari perbuatan riya. Hal ini dianjurkan kepada setiap umat muslim sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist dari Salman bin āAmir ra, dari Nabi saw beliau bersabda, yang artinya, āSedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.ā (HR Tirmidzi)
Meskipun silaturahmi memiliki banyak keutamaan, tidak sedikit orang yang meninggalkannya. Menyepelekan bersilaturahmi bukanlah hal yang baik. Meskipun orang yang kita kunjungi berbuat zhalim, melakukan fitnah atau memiliki sifat sombong kepada kita, tetap saja kita harus menjalin tali silaturahmi yang baik sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut: Dan dari āUqbah bin āAmir ra aku berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang utama, maka beliau bersabda, yang artinya, āSambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamuā (HR Ahmad)
Sedangkan orang yang memutuskan silaturahmi tidak hanya berdosa besar melainkan juga akan diberikan ganjaran sebagaimana yang hadist berikut, yang artinya āRahim bergantung di Arys seraya berkata: Barangsiapa yang menyambung hubunganku niscaya Allah SWT menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan aku niscaya Allah swt memutuskan hubungan dengannyaā (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, āTidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi.ā (HR Tirmidzi)
Untuk itulah, penting untuk kita menjalin silaturahmi dan hubungan baik kepada sesama. Tidak ada salahnya mengunjungi keluarga atau teman hanya untuk satu dua jam saja. Ketimbang mencari alasan untuk tidak berkunjung, lebih baik gunakan waktu itu buat jalan dan kunjungi sanak saudara. Jangan hanya ingin dikunjungi tapi kau lupa untuk bersilaturahmi ke rumah saudaramu itu ya.
ā
#Day24
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
ā
-29Mei2019

Tinggalkan Balasan