Tradisi Buat Kue

Makin lama makin kehilangan ide nulis. Jujur, mendekati akhir ramadhan diri ini jadi bingung mau nulis apa lagi. Selain kerena beberapa hari ini bantu ibu buat kue lebaran, jadi tidak mendapat sebuah ide buat nulis. Jadi kali ini, aku akan bercerita sedikit saja tentang kegiatan membuat kue lebaran bersama keluarga.

Di keluargaku, ada sebuah tradisi yang baru berjalan beberapa tahun belakangan ini, yaitu membuat kue lebaran. Timnya seperti biasa, ada mama, aku, Azizah dan Tsuaibah. Tapi biasanya Tsuaibah hanya bantu saat awal-awal aja, setelah satu jam dan kuenya belum selesai ia sudah angkat tangan karena bosan. Selain itu, Tsuaibah, adikku yang paling kecil itu, yang meramaikan sebagai komentator. Jadi waktu pembuatan kue berisik dengan suara dia.

Tahun pertama, kami membuat kue nastar dan putri salju, sampai kami berinovasi dengan membuat kue biji ketapang, sagu keju dan tahun ini mencoba bikin kue kacang. Semua resepnya hasil tanya-tanya ke teman mama atau sodara yang biasa membuat kue. Menurut mama, dari pada beli dengan harga yang lumayan mahal kenapa nggak kita bikin aja, gitu.

Apa ada tradisi menjelang lebaran di rumahmu? Yuk ceritakan 🙂

#Day25
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah

-30Mei2019



3 responses to “Tradisi Buat Kue”

  1. Buat kue nastar. Uhuyyyy..

    1. Maen ke rumah sini wkwk

      1. Mau dikasih apa kalo ke rumah?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca