Ketika dihadapkan pada dua pilihan, kita mungkin cenderung akan memilih yang paling dekat dengan kita. Entah itu karena bakat dan minat yang sesuai atau karena kita suka akan hal itu. Namun, terkadang suka saja tak cukup. Harus dibarengi dengan usaha maksimal agar hasilnya sesuai dengan apa yang diinginkan.
Hampir tiga tahun, aku selalu berusaha menjaga apa yang memang menjadi alasan aku pilih dia. Itupula yang akhirnya aku sadari setahun terakhir ada saja krikir-krikil kecil yang ingin menghancurkan. Jujur ini hanya soal persaingan. Tapi buatku, sejak awal, aku tak pernah benar-benar menganggap mereka sebagai musuh, karena aku tahu ini bukan lagi tentang siapa yang juara pertama atau juara kedua. Tapi setahun ini, semua seperti nampak jelas.
Seperti musim kedua tahun lalu, ada beberapa mereka yang nampak sekali ingin menjatuhkanku. Jujur, mungkin mereka anggap aku tak tahu, tapi nyatanya aku terlalu peka untuk urusan ini. Semua masih bisa aku kendalikan. Tak membuatku goyah walaupun ada sedikit kekhawatiran karena mereka yang makin menyikut.
Sampai pada satu kejadian yang membuatku kesal. Hanya kesal dan marah, tapi tak jatuh. Bagaimana perasaanmu ketika kamu ingin sekali melakukan sesuatu itu tapi tak tahu caranya, lalu ada orang lain yang bisa, dia kenal kamu, tapi diam saja!? Kesal nggak? Banget!
Lalu, beberapa hari yang lalu terulang, tak membuat kesal apalagi jatuh. Tapi cukup memprihatinkan. Mereka terang-terangan ingin membuatku jatuh, dan mereka yang lain melakukan secara diam-diam. Haha 🙂
Kok ya sampai segitunya? Salah mereka menilai aku diam dan tak tahu apa-apa. Aku tahu, tapi aku hanya melihat sambil tersenyum maklum. Seperti halnya di atas, aku tak menganggap mereka musuh tapi lebih kepada bagaimana caranya aku bisa lebih baik dari mereka, bagaimana aku bisa setidaknya di level aman dan tidak terlalu buruk?
Poinnya ya itu. Daripada kita pusing mendengarkan atau melihat orang menjatuhkan kita, kenapa tidak jadikan sebagai motivasi untuk jadi lebih baik. Terkadang, melihat mereka yang ingin menjatuhkanmu ternganga takjub akan keberhasilanmu lebih baik daripada sibuk berbicara untuk mengonfirmasi pikiran mereka.
Pesan buat mereka yang baca tulisan ini, i’ll see you later then!
—
#Day19
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
—
-24Mei2019


Tinggalkan Balasan