Bumi berputar pada porosnya…
Waktu berlari cepat…
Kami bertemu…
Kami bersama…
Tak terasa sudah tiga tahun perjalanan di bangku kuliah. Tak pernah terpikir akan melangkah sejauh ini. Dahulu keinginan berkuliah memang sudah menjadi tujuan akhir walaupun saat itu aku diterima di SMK. Keinginan itu tak pernah surut dan aku coba untuk mewujudkannya.
Jika dahulu, saat lulus MTS ditanya, mau kuliah jurusan apa? Aku akan jawab kedokteran, untuk itu aku ingin sekolah di SMA jurusan IPA. Namun, ketika orang tua menginginkan aku bersekolah di SMK aku pun tak dapat menolak. Aku iyakan. Saat itu pula tujuan jurusan kuliahku berubah. Saat ditanya ulang, aku akan jawab, jurnalistik. Itu terpikir saat kelas sebelas. Berpikir, aku suka foto dan motret, edit video bisa walaupun tidak jago, desain bisa walaupun suka bingung sama pilihan warna, dan aku juga suka nulis walaupun fiksi dan puisi ala-ala.
Lalu, ketika ditanya mau kuliah di mana? Aku akan jawab di Bandung, entah itu di Unpad, yang aku tau seperti khayalan saja, atau di kampus mana saja yang ada jurusan jurnalistik. Namun, saat lagi-lagi orang tua meminta untuk tinggal di Jakarta, semua pun berubah. Aku mulai mencari kampus di Jakarta yang menyediakan jurusan jurnalistik. Sampai pada satu titik, mungkin UIN Jakarta juga tidak masalah. Walaupun pada awalnya berat harus memupus keinginan untuk tinggal di Bandung.
Di sini lah aku. Berkuliah di jurusan jurnalistik UIN Jakarta. Pilihan akhir yang sama sekali tak ada dalam daftar panjang kampus yang ingin dituju. Tiga tahun berlalu, beberapa kali aku sempat berpikir, jika aku tidak diterima di sini, aku ada di mana ya?
Bertemu banyak orang baru di jurusan ini. Ikut organisasi pers, semata bukan karena memang ingin tapi lebih untuk memupuk bahwa aku tak salah masuk sini. Berteman dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Kadang berpikir kejadian ini seperti ada di sebuah novel yang pernah dibaca.
Sebagai manusia memang apa yang kita inginkan tak selamanya sesuai yang kita terima. Kadang saat sudah menerima yang bagus dari yang lain, hati juga masih menginginkan yang ada di rumput sebelah. Seperti aku yang beberapa kali berpikir, andai aku tidak di Jakarta apakah aku akan bertemu dengan orang-orang ini?
—
#Day22
#OneDayOnePost30HRDC
#WritingChallenge30HRDC
#30HariRamadhanDalamCerita
#bianglalahijrah
—
-27Mei2019

Tinggalkan Balasan